Bila Anaknya Tak Diterima di SMPN, Ibu Berjilbab Ini Siap Telanjang Bulat Di Depan Sekolah

Penerimaan peserta didik baru memang menjadi agenda tersendiri bagi para orang tua untuk mencari tempat pendidikan terbaik bagi anak mereka. Namun ada hal menarik yang baru baru ini membuat media sosial tentang penerimaan siswa baru ini. Pasalnya seorang ibu berjilbab mengancam telanjang bulat didepan gerbang SMPN 12, Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan jika anaknya tidak lolos penerimaan peserta didik baru (PPDB).

Seorang ibu berinisial Id berjanji akan telanjang di gerbang sekolah jika aspirasinya tidak didengar pimpinan tertinggi di Tangerang Selatan. Ancamannya diutarakan lewat video yang viral di media sosial, ibu setengah baya itu menyatakan siap telanjang bulat.

“Saya siap telanjang bulat di depan pintu gerbang SMP 12 kalau tuntutan dan aspirasi saya tidak digubris oleh pimpinan tertinggi Tangsel (Tangerang Selatan),” ucap wanita tersebut.

Ibu ini dikenal warga sekitar sebagai Mpok Id, warga RT 05/02, Kelurahan Jurang Mangu Barat, Pondok Aren, Tangerang Selatan. Dan benar saja, ancamannya tersebut langsung mendapat tanggapan dari Ketua Panitia PPDB SMPN 12, Hapipudin. Ia mengatakan, pihaknya sudah menemui Mpok Id untuk meminta penjelasan terkait tuntutannya yang tidak biasa tersebut.

“Kemarin sudah ketemu, akhirnya kami pakai bahasa Betawi sini. Artinya, dia tenang saja, mungkin dia ada yang memprovokasi, dan dia memang orangnya nekat. Sehingga membuat kekisruhan,” ucap Hapipudin, Kamis (13/7).

Hapipudin menerangkan kalau ancaman Mpok Id berawal dari kisruh dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) tentang adanya penilaian berdasarkan zonasi atau zona terdekat. Berdasarkan zona terdekat, ternyata ada 69 orang yang namanya tidak ada.

“Kemudian kami usulkan ke dinas pendidikan ternyata dinas pendidikan hanya mengakomodir 46 orang,” katanya.

Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, SMPN 12 sendiri sudah memohon kepada Pemerintah Kota Tangerang Selatan untuk memberi tambahan satu kelas. Pasalnya, jumlah pendaftar SMPN 12 tahun ini mencapai 1.067 orang. Sedangkan jumlah siswa yang diterima hanya 280 orang.

“Yang diterima 252 orang dari jalur dalam zona, dari luar zona 14 orang, dan jalur prestasi 14 orang,” imbuhnya.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google