Disini Malam Pertama Setelah Menikah Pengantin Ditemani Mertua Sampai 3 Malam

Disini Malam Pertama Setelah Menikah Pengantin Ditemani Mertua Sampai 3 Malam

Selain menjalankan aturan agama, menikah juga biasanya akan di meriahkan dengan adat dan kebiasaan yang berlaku. Uniknya hampir di setiap daerah memiliki kebiasaan atau adat istiadat yang berbeda, terlebih mengenai penyatuan dua insan dalam sebuah mahligai keluarga.

Seperti salah satunya tradisi suku Al Munawar di Palembang, Sumatera Selatan, pernikahan warga keturunan Arab di sana sedikit berbeda. Dimana, pengantin perempuan dan laki-laki saat berlangsungnya akad dilarang bertemu.

Untuk seremoni akad pernikahan hanya dihadiri orang tua laki-laki dari pihak perempuan, dan para saksi nikah yang kesemuanya hadir pun pria. Tak seorang pun wanita dibolehkan masuk hingga prosesi akad selesai.

"Kami juga tidak memakai seperangkat alat salat, hanya memakai maskawin dan uang," kata Muhammad Kadir (58 tahun), Ketua RT Kampung Al Munawar, seperti dikutip dari Viva.co.id.

Dan setelah prosesi akad dilaksanakan, selanjutnya kedua mempelai yang menggunakan pakaian khas Arab akan diarak keliling kampung dengan diiringi musik marawis dan gambus sembari.

Uniknya untuk malam pertama pengantin, suku Al Munawar memiliki tradisi yang disebut dengan istilah nunggu kamar. Dimana saat malam pertama sepasang pengantin itu akan ditemani seorang anggota keluarga dari pihak perempuan.

"Sampai sekarang tradisi nunggu kamar ini masih dilakukan. Jadi, di kamar pengantin akan ditunggu ibu dari perempuan. Yang menunggu harus perempuan, pengantinnya tetap ada di kamar. Tradisi ini dilakukan dua sampai tiga hari," ujar Muhammad.

Nah pastinya yang tak terbiasa dengan tradisi ini akan kikuk saat malam pertama. bagaimana menurut Anda?

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google