Duduk Di Tempat Kerja Seharian, Ternyata Memicu Kematian Dini

Duduk Di Tempat Kerja Seharian, Ternyata Memicu Kematian Dini

Tak sedikit orang malah memilih dan menganggap bekerja seharian di kantor lebih baik dibanding harus bekerja di lapangan. Padahal, orang-orang yang hampir sepanjang harinya tak aktif melakukan kegiatan, akan memiliki kemungkinan meninggal dunia dini lebih besar dibandingkan dengan mereka yang tak menghabiskan waktu dengan bermalas-malasan.

Seperti diketahui, tubuh kita ini butuh olah raga minimal kegiatan yang bisa membuat tubuh banyak bergerak. Dikutip dari VOA News, Rabu (13/9), orang-orang yang secara berkala dengan istirahat setiap setengah jam untuk bergerak memiliki kemungkinan lebih kecil untuk meninggal di usia dini. Dibanding mereka yang melakukan pekerjaan dengan duduk untuk waktu yang lama tanpa istirahat.

Bahkan menurut penelitian, menyempatkan waktu berolahraga saja tidak cukup, bila dalam keseharian kita tak melakukan banyak aktivitas yang membuat tubuh banyak bergerak.

"Menurut kami, temuan-temuan ini menunjukkan bahwa menjadi aktif atau bergerak hanya pada waktu tertentu dalam satu hari, misalnya untuk olahraga, itu tidak cukup," ujar Keith Diaz, penulis yang memimpin kajian, dari Center for Behavioral Cardiovascular Health at Columbia University Medical Center di New York.

"Kita perlu ingat untuk sering bergerak sepanjang hari, selain saat berolahraga," lanjutnya melalui surat elektronik.

Para peneliti meneliti data dari 7.958 orang dewasa berusia 45 tahun dan lebih tua, yang diminta untuk mengenakan accelerometers untuk mengukur tingkat aktivitas mereka selama satu minggu.

Dan para peneliti dalam laporan yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine, mengungkap kalau secara keseluruhan, perilaku duduk sepanjang hari di meja kerja mengambil 77 persen waktu yang digunakan peserta ketika mereka bangun atau sekitar 12 jam sehari.

duduk seharian di tempat kerja

Diketahui juga, rata-rata waktu yang dipergunakan untuk istirahat berkisar 11 menit. Sementara lebih dari separuh waktu dihabiskan orang untuk duduk dan berdiri, hanya memakan waktu kurang dari 30 menit. Akan tetapi, sekitar 14 persen biasanya memiliki rentang waktu duduk setidaknya selama 90 menit.

Selama kajian ini berlangsung, 340 orang meninggal setelah rata-rata tindak lanjut aktivitas kurang gerak dilakukan empat tahun kemudian.

Peneliti membagi peserta menjadi empat grup, mulai dari mereka yang paling sebentar menghabiskan waktu di meja kerja. Yaitu 11 jam duduk dan berdiri di hari-hari biasa, hingga orang-orang yang menghabiskan lebih dari 13 jam duduk di meja kantor tanpa melalukan apa pun.

Saat dibandingkan, orang-orang yang duduk bekerja untuk waktu yang paling singkat dengan orang yang paling banyak duduk dan untuk waktu yang lama, ternyata memiliki kemungkinan dua kali lebih besar untuk meninggal.

Dokter David Alter, Kepala Penelitian Kardiovaskuler dan Metabolik di University Health Network-Toronto Rehabilitation Institute in Canada, mengatakan duduk bekerja untuk waktu lama juga mempercepat kemungkinan kematian akibat dengan keracunan metabolik.

"Kurangnya aktivitas pada otot kita bisa mempengaruhi kemampuan metabolisme gula secara efisien. Seiring dengan waktu, tubuh kita menumpuk kelebihan lemak yang bisa menyebabkan obesitas, diabetes, penyakit jantung, kanker dan kematian," kata Alter.

Untuk mengatasi hal itu, Alter menyarankan untuk menggunakan stopwatch atau penanda waktu, karena bisa mengingatkan orang untuk berdiri dan sering bergerak sepanjang waktu dan menghindari duduk di meja kerja untuk waktu yang lama. Atau alat dan cara lain yang memungkinkan orang bisa menggerakan tubuhnya selagi bekerja.

"Apa saja yang bisa memfasilitasi gerakan akan lebih baik: meja treadmill, steppers atau sepeda di bawah meja atau hal sederhana seperti istirahat untuk berjalan-jalan sebentar yang mudah diterapkan di lingkungan kantor," kata Diaz si pemimpin kajian.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google