Guru ini Dipenjara Karena Kibaskan Mukena Pada Siswinya Pada Waktu Djuhur

Guru ini Dipenjara Karena Kibaskan Mukena Pada Siswinya Pada Waktu Djuhur

Seorang guru agama di SMAN 3 Parepare, Sulawesi Selatan bernama Darmawati, divonis tiga bulan penjara dengan masa percobaan tujuh bulan oleh Pengadilan Negeri Parepare, pada Jumat, 28 Juli 2017. Hal itu setelah ia dianggap bersalah karena memukul salah seorang siswi berinisial AY dengan mukena saat waktu salat Djuhur.

Peristiwa tersebut terjadi pada Februari 2017 lalu. Dimana sejumlah siswi berkeliaran saat masuk waktu salat zuhur. Padahal, sekolah mewajibkan salat zuhur berjemaah pada para siswanya. Oleh karena itu Darmawati kemudian menegur mereka dengan kibasan mukenanya hingga mengenai seorang siswi berinisial AY.

Ternyata, orangtua AY yang mengetahui kejadian itu dari anaknya tidak terima dan melaporkan sang guru ke pihak kepolisian.

"Padahal, saya tegur hanya untuk kebaikannya dan menggugurkan kewajiban saya sebagai orang tuanya di sekolah," kata Darmawati.

Darmawati membantah bahwa dirinya memukul AY. Ia mengatakan bahwa ia hanya menepuk pundak AY menggunakan mukena. Dan hal itu juga terbukti dari hasil visum terhadap AY yang tidak ditemukan luka sedikit pun.

"Hasil visum dokter tidak ada luka, bagaimana mau ada luka karena memang tidak dipukul hanya ditepuk," jelasnya.

Selain itu, sang guru juga menyesalkan tindakan wali murid yang melaporkan dirinya ke polisi karena tindakan tegasnya yang menegur siswanya yang lalai salat berjemaah.

"Kami sebagai orangtua di sekolah hanya ingin menjadikan siswa-siswi kami taat beragama dengan pembiasaan salat berjemaah di masjid," tuturnya.

Sontak saja vonis yang dijatuhkan pada Darmawati itu menarik simpati berbagai elemen masyarakat. Aksi solidaritas pun digelar karena menganggap vonis itu tak seharusnya dijatuhkan. Bahkan, para peserta aksi mendatangi kantor Pengadilan Negeri Parepare pada Jumat, 28 Juli 2017, untuk menemani dan mengawal Darmawati mengambil salinan putusan pengadilan atas vonis yang dijatuhkan terhadap dirinya.

Untuk memberikan dukungan, para peserta aksi juga menandatangani sebuah spanduk yang dilanjutkan dengan mengheningkan cipta selama 10 menit serta menyanyikan lagu "Hymne Guru" secara serentak.

"Masa tersangka sabu 1,6 kg bisa bebas, malah guru bisa dipidana," sindir salah seorang peserta aksi.

loading...
loading...
 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google
 

 
loading...