Inilah Squirting, Orgasme Wanita yang Basah dan Sensasional

Inilah Squirting, Orgasme Wanita yang Basah dan Sensasional

Saat membahas soal seks atau hubungan intim pria wanita, pastinya selalu membahas tentang gaya dan orgasme. Namun orgasme wanita selalu menjadi topik menarik yang paling hangat untuk dibahas.

Mungkin puncak dari hubungan dan tak jarang menjadi akhir dari hubungan seks tersebut adalah orgasme pihak pria. Akan tetapi bagaimana dengan wanita? banyak wanita yang sulit mencapai puncak di atas ranjang. Padahal sebenarnya wanita memiliki dua jenis orgasme, yaitu klitoral dan vaginal.

Orgasme klitoral terjadi ketika bagian klitoris menerima stimulasi atau rangsangan. Sedangkan orgasme vaginal bisa dicapai dengan menstimulasi G-spot, yang letaknya hampir 4 sentimeter di dalam vagina, di dinding bagian atas. Ketika wanita bergairah, G-spot akan terasa seperti spons.

Saat pria mengalami ejakulasi akan ditandai dengan keluarnya cairan sperma, Dan ternyata wanita pun mengalami hal yang sama dimana mengeluarkan cairan saat ejakulasi. Hal itu terjadi pada saat wanita mengalami squirting, atau kondisi di mana wanita mengalami ejakulasi dan mengeluarkan banyak cairan melalui saluran paraurethral yang berada di dekat lubang vagina.

Dan ejakulasi ini bisa dirasakan saat orgasme vaginal. Saat squirting, wanita akan menyemprotkan cairan tersebut ke atas dengan deras. Seperti dilansir dari laman Your Tango, cairan yang dikeluarkan biasanya berwarna jernih dan bukan berasal dari kandung kemih, melainkan dari kelenjar Skene's. Kelenjar ini sangat mirip dengan prostat pria dan cairan yang diproduksinya pun mirip dengan cairan prostatik pria.

Kelenjar Skene's berada di atas G-spot wanita. Ketika G-spot distimulasi, kelenjar tersebut akan membesar dan menekan G-spot, membuatnya semakin sensitif dan membuat wanita semakin merasa bergairah. Perlu diketahui bahwa kelenjar Skene's bentuknya seperti spons, sehingga semakin Anda bergairah, maka ia semakin menyerap banyak cairan.

orgasme wanita

Namun sayangnya banyak wanita yang belum memahami tentang squirting dan merasa takut untuk mengeluarkannya karena rasanya persis seperti ingin buang air kecil. Namun, menurut para peneliti, cairan yang keluar saat wanita squirting bukanlah air seni. Setidaknya bukan hanya air seni.

Perasaan ingin buang air kecil itu timbul lantaran kelenjar Skene's terletak dekat dengan kandung kemih sehingga saat wanita bergairah, kelenjar Skene's mereka membesar dan menekan kandung kemih. Sehingga membuat wanita merasa seperti ingin buang air kecil saat akan mengalami squirting.

Bukan itu saja, ketika wanita squirting, cairan dari kelenjar Skene's mengalir dengan deras melewati urethra yang merupakan saluran yang sama yang membawa keluar air seni. Jadi seringkali ada sekian jumlah air seni yang terbawa keluar saat wanita mengalami squirting.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google