Keren, Kota Bogor Mulai Operasikan Angkot Ber-AC

Keren, Kota Bogor Mulai Operasikan Angkot Ber-AC

Pemerintah Kota Bogor akan mengoperasikan angkot ber-AC yang merupakan implementasi dari Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 29 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Minimal Angkutan Orang dengan Kendaraan Bermotor Umum dalam Trayek.

Untuk tahap awal, rencananya mulai Juli ini pemkot Bogor akan mengoperasikan 10 angkot AC yang merupakan bantuan atas kerjasama Kementerian Perhubungan dengan perusahaan angkutan umum online. Bantuan ini merupakan kolaborasi antara pemerintah dan swasta melalui Program Kementerian Perhubungan 2018 seluruh angkutan umum dilengkapi AC.

“Kita baru dapat bantuan buat 10 angkot. Kita pilih yang kondisi angkotnya memenuhi standar,” ucap Kepala Dishub Kota Bogor, Rakhmawati, Minggu (2/7/2017) seperti dilansir dari Pojoksatu.id.

Meski demikian, Rakhmawati mengaku tidak tahu persis angkot jurusan mana yang terlebih dahulu akan dipasangi AC. “Data persisnya saya gak hafal, tapi masih tahap pemasangan dulu,” pungkasnya.

Hal ini merupakan salah satu tindak lanjut dari pernyataan Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi yang meminta agar seluruh angkutan kota (angkot) dapat meningkatkan kenyamanan bagi pengguna jasa dengan menyediakan AC pada tahun 2018.

“Kita ingin mendorong angkutan umum menjadi angkutan utama. Angkutan umum akan diminati bila level of servicenya bagus. PM 29 memang dibuat 2015, diberlakukannya 2018, terlalu lama. Kami ingin level of service itu dilakukan segera,” ucap Budi Karya di kawasan Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (1/7/2017).

Selain peningkatan fasilitas, Budi Karya juga meminta peningkatan kondisi keamanan angkot bagi para pengguna jasa. Pasalnya, saat ini masih banyak angkot yang masih mengabaikan aspek keselamatan dan keamanan bagi penumpang. Menurut Budi Karya, pemasangan AC ini dilakukan agar masyarakat yang selama ini menggunakan kendaraan pribadi dapat beralih menggunakan angkutan umum.

“Kalau semua ber-AC maka yang selama ini pakai mobil pribadi bisa pindah menggunakan angkot,” imbuhnya.

Hal lain, lanjut Budi Karya adalah peningkatan level of safety, seperti kelayakan kendaraan. Semua angkutan umum harus memenuhi standar dan layak jalan.

“Kita tahu banyak angkot sebagian juga kurang memenuhi. Bersamaan dengan ini kami ingin mereka memperhatikan itu. Artinya pak Dirjen Darat akan menyampaikan kepada semua pihak agar semua dipenuhi, seperti rem, klakson, sabuk pengaman, ini yg akan kita lakukan. Supaya angkutan umum safetynya juga bagus,” terangnya.

Soal tarif, Budi Karya mengatakan akan melakukan penyesuaian lebih lanjut. Nantinya semua faktor akan menjadi perhitungan dalam menentukan tarif angkutan yang memiliki fasilitas lebih dibanding yang biasa.

“Tarif menyesuaikan, karena dalam menghitung tarif, kita ada semacam harga pokok. Itu terdiri dari, satu adalah kendaraannya sendiri. Kedua ini seperti investasi, ada OPEC yang meliputi sparepart, bensin, ada ban, gaji pegawai dan sebagainya. Biasanya kalau pakai AC kan tambah banyak bahan bakarnya, jadi pasti ada penyesuaian sedikit,” tandas Budi Karya.

loading...
loading...
 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google
 

 
loading...