Mulai 2018, Setiap Pengguna Kartu Seluler Harus Terdaftar Di Disdukcapil Untuk Bisa Diaktifkan

Mulai 2018, Setiap Pengguna Kartu Seluler Harus Terdaftar Di Disdukcapil Untuk Bisa Diaktifkan

Sudah menjadi peraturan yang umum kalau membeli nomor handphone baru atau kartu perdana maka harus mengisi data diri dan nomor KTP.

Namun ada sebuah rencana lagi yang sedang digodog oleh Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia atau BRTI dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Mereka tengah merumuskan aturan bagi pengguna kartu seluler yang wajib terdaftar di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil.

Jadi, dalam aturan baru ini, saat kita mendaftarkan kartu baru, maka verifikasi dan validasinya langsung ke Disdukcapil. Dan untuk kartu perdana hanya akan aktif setelah diverifikasi dan divalidasi oleh Disdukcapil.

Aturan yang mewajibkan kartu atau nomor handphone terdaftar di Disdukcapil ini, tertuang dalam Rancangan Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 12 tahun 2017.

"Berlakunya Februari tahun depan, rencana kami, akan ada sosialisasi dulu sekitar tiga bulan," ujar Komisioner BRTI, Agung Harsono usai seminar nasional bertajuk 'Menagih Langkah Nyata Industri Telekomunikasi dan OTT Hadapi Konten Negatif' di Balai Kartini, Jakarta Senin 28 Agustus 2017, seperti dilansir Viva.co.id.

Menurut Agung aturan baru itu akan selesai kemungkinan pada akhir tahun ini. Jadi, seluruh operator telekomunikasi nantinya akan terhubung dengan Disdukcapil. Alasan diterbitkannya peraturan itu karena ditemukan kasus kebanyakan kartu yang terdaftar tidak valid, padahal setiap kartu perdana registrasinya telah diharuskan menggunakan KTP.

"Setiap ada pelaporan tindak kejahatan, kan kita di cek, banyak sebagian besar nama ‘aaaa’, alamat ‘bbbb’," jelas Agung.

Agung juga menyatakan, sekitar 350 juta kartu seluler yang tersebar, hanya sedikit yang datanya jelas dan terverifikasi.

"Dengan RPM 12 2017, kita berharap, tahapan siapanya jelas, ketika terjadi apa-apa itu juga jelas," ujar dia.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google