Sedang Hamil, Wanita Ini Dinyatakan Hamil Lagi, Kok Bisa!

Sedang Hamil, Wanita Ini Dinyatakan Hamil Lagi, Kok Bisa!

Bukan mengandung bayi kembar, namun wanita ini dinyatakan hamil lagi saat dirinya sedang hamil. Dengan kata lain mengandung lebih dari satu anak dalam fase kehamilan yang sama setelah 10 hari mengandung.

Kejadian tersebut dialami oleh seorang wanita di Australia bernama Kate Hill. Dirinya mengaku memiliki dua bayi perempuan pada hari yang sama-tapi mereka tidak kembar. Dimana ia mengandung Charlotte, 10 hari kemudian terjadi pembuahan lagi yang menghasilkan Olivia.

Hal ini bukanlah peristiwa hamil bayi kembar. Fenomena ini dikenal sebagai superfetation, dimana akan terjadi ketika seseorang yang sedang hamil berhasil untuk hamil lagi setelah sperma dan sel telur yang berbeda dan berhasil bersatu, bergabung bersama dengan hasil pembuahan terdahulu.

“Superfetation ini sangat jarang terjadi. Saat saya sudah hamil, tubuh saya secara spontan merilis telur yang lain, sehingga usia kehamilan dua embrio juga berbeda,” ujar Hill.

Hal ini beda dengan kehamilan bayi kembar, dimana kembar identik terbentuk ketika satu sel telur dibuahi lalu terbagi menjadi dua. Sementara kembar fraternal terjadi, ketika dua telur terpisah dibuahi oleh dua sperma yang terpisah.

Superfetation ini memang hampir mirip dengan fraternal, bedanya embrio kembar fraterna memiliki usia yang relatif sama, sedangkan pada superfetation tidak. Meskipun sibayi akan lahir pada hari yang sama, secara teknis mereka memiliki tanggal jatuh tempo yang berbeda. Karena sebenarnya janin berkembang pada tahap yang berbeda.

Namun uniknya, menurut Hill ia hanya berhubungan satu kali setelah ia hamil. Dan sperma yang membuahi seltelur kedua merupakan milik suaminya yang bertahan di rahimnya.

“Apa yang membuat hal ini bahkan lebih langka adalah, suami saya dan saya hanya melakukan hubungan satu kali setelah tahu saya hamil dan sperma suami tetap hidup selama 10 hari untuk membuahi sel telur kedua.” akunya.

Menurut Jason James, M.D., direktur medis di Miami FemCare Ob-Gyn, superfetation terjadi pada beberapa spesies hewan seperti kelinci dan tikus, tetapi “sangat langka” pada manusia.

kehamilan langka

“Superfetation begitu langka yang hanya ada segelintir kasus yang terdokumentasi,” ujarnya.

Dan secara teoritis, superfetation mungkin terjadi, setidaknya sampai rahim “menutup” setelah telur dan sperma bersatu, yang biasanya terjadi 10 hari sejak kehamilan kehamilan terdahulu, kata Michael Cackovic, MD, dokter kebidanan dan kandungkan di Ohio State University Wexner Medical Center.

Hal ini menjadi sesuatu yang langka bahkan hampir tidak mungkin di dunia medis. Hal itu lantaran setelah hamil, tubuh wanita seharusnya menghentikan ovulasi. Itu berarti tidak boleh ada telur kedua (kecuali keduanya dirilis secara bersamaan, seperti pada kembar fraternal). Bahkan jika kamu tidak hamil, ovulasi hanya terjadi setiap 28 hari. Dan biasanya sperma hanya mampu bertahan hidup selama lima hari dalam tubuh wanita.

Namun salah satu penjelasan yang paling potensial hal ini bisa terjadi pada Hill adalah terletak pada perawatan kesuburan, kata Cackovic. Hill pernah menjalani terapi hormonal karena sindrom ovarium polikistik.

“Obat hormonal yang digunakan untuk perawatan kesuburan mungkin mengubah fungsi-fungsi reproduksinya, meskipun masih belum jelas bagaimana superfetation terjadi,” kata James.

Tapi karena Hill melakukan terapi bantuan reproduksi, dokter bisa menentukan kapan tepatnya dia hamil, sehingga ini dipercaya sebagai benar-benar kasus superfetation. Selain itu, embrio berkembang pesat, terutama pada tahap awal, jadi itu cara lain untuk melacak perkembangan kehamilan Hill dan melihat bahwa dua embrio berada di fase yang berbeda.

loading...
loading...
 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google
 

 
loading...