Tarif Air PDAM Naik, Pria ini Gelar Aksi Numpang Mandi di Kantor DPRD

Tarif Air PDAM Naik, Pria ini Gelar Aksi Numpang Mandi di Kantor DPRD

Aksi protes atau demonstrasi atas kenaikan bahan pokok atau BBM memang telah menjadi sesuatu yang biasa. Namun bagaimana bila memprotes kenaikan tarif Air PDAM?

Air bersih memang telah menjadi kebutuhan pokok yang harus terpenuhi dalam kehidupan. Namun, seiring dengan meningkatnya kebutuhan air bersih, tarif air PDAM pun ikut meningkat. Dan seorang aktivis bernama Saharuddin menggelar aksi "numpang mandi" di Kantor DPRD Sumatera Utara (Sumut), Jalan Imam Bonjol, Kota Medan pada Senin (24/7/2017).

Aksi tersebut ia lakukan untuk memprotes naiknya tarif bayar air PDAM Tirtanadi, sambil membawa perlengkapan mandi seperti handuk, ember dan gayung, Saharuddin berjalan masuk ke kantor DPRD Sumut untuk numpang mandi.

Karena dia juga hendak numpang mandi di Kantor Gubernur Sumatera Utara di Jalam Diponegoro, aksi Saharuddin sempat dihalangi. Cekcok antara Saharuddin dengan petugas Satpol PP pun terjadi.

"Sebagai warga Sumut yang membutuhkan pasokan air bersih dari PDAM Tirtanadi, hari ini saya hanya mau menumpang mandi. Mohon mau pakai air gratis dari kamar mandi milik direksi PDAM tirtanadi, Kamar mandi di ruang pak Gubernur dan kamar mandi diruang Ketua DPRD Sumut," kata Saharuddin seperti dilansir Okezone.com.

Aksinya itu dilakukan sebagai upaya agar Direksi lebih ber-empati pada pelanggan, kenaikan tarif bayar air tersebut juga jangan sampai melanggar aturan dan peraturan. Karena sesuai UU No.25 tentang Pelayanan Publik, Perda Provsu Nomor 10 Tahun 2009 dan Permendagri No.71 Tahun 2016 jo. Permendagri No.23 Tahun 2006, Direksi tidak boleh mengabaikan perintah untuk menjaring aspirasi pelanggan dan melaksanakan konsultasi dengan DPRD.

"Mudah-mudahan setelah aksi menumpang mandi ini tarif bayar air bisa turun sebagai mana mestinya. Dan pelayanan PDAM Tirtanadi makin membaik kepada pelanggan," lanjutnya.

Sebelum pergi meninggalkan dari kantor DPRD Sumut, Saharuddin juga mengatakan kalau ratusan warga Sumut rencananya akan melakukan aksi serupa jika pihak direksi dan pemerintah daerah tetap menaikkan tarif air PDAM.

Soal naiknya tarif bayar air PDAM ini, masih jadi berpolemik. Seorang anggota DPRD Sumut juga telah resmi mendaftarkan Gugatan Tata Usaha Negara terkait naiknya tarif air PDAM kepada Gubernur Sumatera Utara dengan Nomor 89/G/2017/PTUN-Medan.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google