Untuk Bawa Jenazah Anak Pulang, Pria Ini Bayar Pakai STNK Pada Rumah Sakit

Untuk Bawa Jenazah Anak Pulang, Pria Ini Bayar Pakai STNK Pada Rumah Sakit

Karena jenazah sang anak yang sebelumnya dirawat di sebuah rumah sakit tak dibiarkan dibawa ke rumah duka karena ongkos obat belum lunas. Seorang ayah di Makassar terpaksa menjaminkan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) kepada pihak rumah sakit.

Mengetahui hal tersebut, Anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Sulawesi Selatan, Lisa, langsung bergegas menuju rumah sakit tersebut. Saat sampai disana, keluarga masih tertahan dan tidak bisa membawa pulang jenazah anaknya yang bernama Khaeriah (3).

"Saat saya tiba, keluarga masih ditahan oleh pihak rumah sakit," ujar Lisa pada Rabu, 19 Oktober 2016.

Sebelumnya Khaeriah dilarikan ke rumah sakit pada Rabu dinihari, 19 Oktober 2016, sekitar pukul 03.30 WITA karena menderita sakit muntaber. Namun setelah dilakukan perawatan intensif Khaerah dinyatakan meninggal pada pukul 12.40 WITA.

Saat pihak keluarga hendak membawa pulang jenazahnya, mereka ditahan oleh pihak rumah sakit lantaran belum melunasi biaya obat dan perawatan anaknya itu.

"Jenazah itu sempat ditahan hingga pukul 14.30 Wita. Setelah kami datang dan memediasi, barulah pihak rumah sakit membiarkan jenazah Khaeriah bisa dibawa pulang," ujar Lisa.

Jenazah putrinya bisa dibawa pulang ke rumah duka yang berada di Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, setelah sang Ayah menjaminkan STNK kendaraan roda dua kepada pihak rumah sakit karena belum memiliki uang untuk membayar biaya pengobatan anaknya sebesar Rp 5,4 juta.

Mengenai hal ini, pihak Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo berdalih penahanan yang dilakukan terhadap balita itu semata-mata karena menunggu ambulans datang. Hal itu diungkapkan Direktur Rumah Sakit Wahidin Sudirohusodo Halid. Mereka harus menunggu lantaran ambulans yang disiapkan Pemerintah Kota Makassar terlambat datang.

"Kami tidak menahan, hanya saja dia menunggu ambulans jadi lama berangkatnya," tutur Halid.

Meski demikian, Halid membenarkan adanya jaminan STNK roda dua oleh pihak keluarga kepada pihak Rumah Sakit lantaran biaya pengobatan yang tak sanggup dibayar keluarga.

"Jadi memang benar ada jaminan STNK itu, dan itu kami tidak minta pihak keluarga yang menyerahkan," pungkasnya.

 
 

Bagikan artikel ini

Facebook Twitter +Google