5G Diberlakukan, Konsumen Harus Beli Perangkat Baru?
Iptek

5G Diberlakukan, Konsumen Harus Beli Perangkat Baru?

Shabari ·

Kemajuan teknologi memang terus melaju, alat-alat yang digunakan untuk mempermudah aktivitas kehidupan pun semakin canggih. Terlebih untuk alat telekomunikasi yang terus bermanufer.

Belum lama masyarakat dimanjakan dengan jaringan LTE atau 4g, sekarang teknologi 5G sudah tengah dalam proses untuk bisa diberlakukan. Namun, meski secara kualitas akan semakin memanjakan para konsumen, menurut pengamat dan Pakar Teknologi Teguh Prasetya , teknologi 5G pada dasarnya justru memberatkan konsumen.

Ia menilai untuk saat ini, perangkat yang digunakan hanya mampu mendukung teknologi 4G saja sehingga bisa dipastikan tidak dapat dipakai pada jaringan 5G.

"Pengguna dan pemilik handset terkena imbas ketersediaan perangkat," kata Teguh seperti dikutip dari Republika.

Dengan diberlakukannya teknologi 5G ini, konsumen dituntut untuk membeli perangkat baru apabila 5G sudah terimplementasi. Meski demikian, Teguh menegaskan bahwa perangkat 5G seharusnya tidak dibanderol tinggi. Hal itu bisa terlihat dari ketersediaan perangkat 4G yang memiliki harga cukup murah. Hanya saja pemerataan jaringan dan handset menjadi hal yang perlu diperhatikan saat 5G akan mulai diberlakukan.

Penerapan 5G di Indonesia sendiri masih membutuhkan proses yang panjang. Sebab, hingga saat ini 4G LTE pencapaian pemerataannya masih belum tuntas. Perusahaan yang sudah berinvestasi penuh untuk 4G belum tentu harus mengganti seluruh infrastruktunya demi bergeser ke 5G. Hal tersebut sangat bergantung pada standarisasi teknis yang ditetapkan pada teknologi tersebut.

Teknologi 5G sendiri diklaim menjanjikan dua hal, yakni penggunanya massive atau masal namun tetap memberikan kecepatan akses. Teknologi 5G memang menjanjikan high bandwith sehingga pengalaman pengguna berbeda ketika menggunakan teknologi pada generasi jaringan sebelumnya. 

"Semua negara masih melakukan uji coba frekuensi untuk menentukan yang terbaik," kata Teguh.

Teguh menjelaskan, apabila standarisasi 5G tidak jauh berbeda dengan 4G, maka yang terjadi bukan revolusi tetapi evolusi. Perusahaan tidak perlu mengganti infrastruktur secara menyeluruh. Dan untuk proses standarisasi teknis masih belum ditetapkan, dan negara di dunia juga masih sibuk melakukan uji coba frekuensi.

 

Bagikan artikel ini