Ayah dan Putrinya Ini Nekat Jalin Hubungan Terlarang Hingga Viral, Namun Kini Nasibnya Menggemparkan
Foto Dailymail
Tragedi

Ayah dan Putrinya Ini Nekat Jalin Hubungan Terlarang Hingga Viral, Namun Kini Nasibnya Menggemparkan

Shabari ·

Kita sering mendengar istilah kalau cinta itu buta tak memandang usia, kedudukan, fisik dan lainnya. Mungkin itu juga yang dijadikan oleh seorang ayah yang nekat menjalin cinta terlarang dengan putri kandungnya sendiri. Kisah cinta terlarang itu begitu menggemparkan masyarakat Amerika Serikat.

Kejadian itu terungkap setelah seorang pria bernama Steven Walter Pladl (42) asal Carolina ditangkap karena sosoknya melakuka hubungan sedarah dengan putrinya Katie Rose Pladl (20) hingga memiliki bayi, setelah dia mencampakkan istrinya.

Keduanya kemudian ditangkap di akhir bulan Januari lalu di rumah mereka di Knightdale, North Carolina. Awalnya polisi mendapat laporan dari istri Steven yang mengatakan kalau suaminya telah menghamili putri mereka.

Dilansir dari Daily Mail, kejadian itu bermula saat Katie berusia 18 tahun kembali menemukan orang tua kandungnya setelah diadopsi keluar dari negara bagian setelah dia lahir. Hingga pada bulan Agustus 2016, Katie pergi untuk tinggal bersama orangtuanya dan dua anak mereka yang lain di dekat Richmond, Virginia.

Akan tetapi, Steven dan istrinya terpisah secara hukum setelah tiga bulan kemudian kedatangannya pada bulan November 2016. Sang istri mengatakan kepada pihak berwenang bahwa di bulan dia pindah dari rumah, Steven telah tidur di lantai kamar tidur Katie. Sang istri juga mengatakan bahwa dia mengetahui bahwa putrinya hamil dan Steven adalah ayah pada Mei 2017.

Bahkan, Steven meminta kedua anak yang lebih muda untuk menyebut Katie sebagai ibu tiri mereka, meskipun dia adalah saudara mereka. Selain itu, Katie sempat memposting foto Instagram pada bulan Juli yang menyatakan bahwa dia dan Steven sudah 'menikah', walaupun secara hukum mereka tidak dapat melakukannya. Setelah Mei 2017, Katie dan Steven pindah ke Wake County, North Carolina.

Surat perintah penahanan dikeluarkan untuk mereka pada bulan November 2017 dan mereka ditangkap di rumah Knightdale mereka pada bulan Januari. Pihak berwenang mengatakan ketika mereka ditangkap seorang bayi laki-laki sedang bersama mereka.

Ayah dan anak perempuannya itu kemudian ditahan di Wake County Detention Center sambil menunggu ekstradisi ke Virginia. Mereka didakwa incest dengan orang dewasa, perzinahan, berkontribusi terhadap kenakalan. Dan masing-masing dikenakan obligasi senilai $ 1 juta (sekitar Rp 13 milyar).

Steven keluar dari penjara dengan jaminan, tapi Katie tetap di balik jeruji besi sampai kasusnya selesai. Setelah Katie dan Steven sama-sama keluar dari balik jeruji inilah, kisah cinta terlarang ayah dan anak ini malah menjadi mengenaskan.

Dimana, pada hari Kamis (12/4/2018) keduanya dikabarkan tewas beserta anak hasil hubungan mereka. Tak hanya itu saja, ayah tiri dari Katie Pladl juga ditemukan tewas di TKP. Seperti dilansir WITC, mereka ditemukan meninggal dalam sebuah truk di persimpangan jalan raya di Knightdale, North Carolina pada pukul 08.40 waktu setempat.

Kabarnya mereka meninggal dalam perjalanan mereka menuju New Milford, Connecticut. Pihak kepolisian menduga Steven menjadi penyebab kejadian tragis ini. Steven diduga menembak sosok Katie Pladl, sosok ayah tirinya yakni Anthony Fusco, dan bayi hubungan haram mereka sebelum ia menembak dirinya sendiri.

Steven sendiri ditemukan dalam keadaan tertembak di kepala di dalam mobil di area Wake County, North Carolina.

CBS17 menyebutkan, sebelum kejadian tragis ini, Ibu Katie yang juga istri Steven sempat menelepon 911

"Katie baru saja memutuskan hubungan dengannya (Steven) kemarin" katanya.

"Dia (Katie) sedang berada di New York dan dia bilang kepadaku bahwa Steven sedang dalam perjalanan ke kediamannya untuk meminta rujuk kembali." ujar Ibu Katie dengan penuh rasa takut di percakapan telepon dengan 911.

"Dia meninggalkan bayinya yang mati. Dia menyuruhku menelepon polisi dan aku tidak boleh pergi ke sana." lanjutnya.

Akan tetapi mengenai kronologi kejadian secara detil nya, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan secara mendalam

Bagikan artikel ini