Bawa Bukti Puluhan Tiket, Nenek 77 Tahun Ini Gugat Polri 3 Miliar
Berita

Bawa Bukti Puluhan Tiket, Nenek 77 Tahun Ini Gugat Polri 3 Miliar

Shabari ·

Usia lanjut seharusnya tidak lagi disibukan dengan uusan dunia yang rumit terlebih perkara hukum. Namun, seorang nenek bernama Noes Soediono harus mengisi usia senjanya dengan berurusan dengan hukum bahkan nyaris dipenjara.

Namun, belakangan ia berhasil membuktikan kalau sangkaan polisi yang dituduhkan padanya tidak benar dan balik menggugat Polri sebesar Rp 3 miliar.

Kasus ini berawal ketika kasus sengketa tanah yang menjadikan Noes Soediono sebagai terlapor pada tahun 2011 di PN Surakarta. Kuasa hukum terlapor menyebut kalau kasus tersebut telah dimenangkan secara keperdataan. Namun pada prosesnya, pihak kepolisian yang memeriksa nenek tersebut menyimpulkan bahwa telah dilakukan tindak pidana sumpah palsu, dan menjadikan nenek Noer tersangka dan terdakwa.

Karena hal itu, Ia harus bolak-balik Jakarta-Solo dengan menyandang status yang membuat nama baiknya hancur. Dan setelah menjalani beberapa peradilan, Nenek Noes akhirnya bisa membuktikan bahwa sangkaan dan dakwaan itu tidak benar adanya. Nenek Noes dinyatakan lepas baik di PN Surakarta atau di kasasi.

Atas hal itu, akhirnya nenek Noes berbalik menggugat Polri atas kerugian materil dan imaterial yang ia alami.

"Jadi ini kita tuntut itu para tergugat untuk membayar ganti rugi materil 100 juta dan imaterilnya Rp 3 miliar," ucap kuasa hukum Noes, Rusdianto usai sidang di PN Jaksel, Jalan Ampera Raya, Jakarta Selatan, Rabu (2/11/2016).

"Tadi hanya menyerahkan bukti berupa surat-surat putusan dari proses peradilan di Solo. Nanti untuk minggu depan kita mau lengkapi bukti dari tiket-tiket pesawat pulang pergi Solo-Jakarta selama setahun itu," ujarnya.

Sementara itu humas PN PN Jaksel, Made Sutrisna menjelaskan bukti tiket pesawat yang akan dibuktikan adalah bukti tiket pesawat dari Jakarta ke Solo. Sebab Noes tinggal di Jakarta dan harus bolak balik Solo untuk menjalani sidang.

"Ganti rugi materil Rp 100 juta berupa transportasi Solo-Jakarta dan biaya lainnya selama Juni 2013 sampai Desember 2014," ucap Made.

Untuk hal itu, kuasa hukum Polri tidak memberikan konfirmasi apapun, usai sidang ia segera bergegas meninggalkan area pengadilan saat hendak dikonfirmasi. Sidang ini nantinya akan dilanjutkan lagi pada pekan depan.

Bagikan artikel ini