Di Sini Kini Para Guru Bisa Membawa Senjata Api ke Kelas
Internasional

Di Sini Kini Para Guru Bisa Membawa Senjata Api ke Kelas

Shabari ·

Mungkin cerita guru yang membawa rotan sebagai alat untuk menghukum ke kelas hanya tinggal cerita masa lalu. Karena jangankan memukul, mencubit murid saja seorang guru pernah berurusan dengan polisi karena orang tua siswa yang tak terima.

Nah bagaimana bila guru diperbolehkan membawa senjata api ke kelas?

Itulah yang terjadi di Plorida Amerika serikat. Dilansir dari Sky News, baru baru ini ada sebuah undang-undang yang baru saja dilakukan senat, mengenai batas usia kepemilikan senjata api. Ada sebuah pasal yang menyebutkan di sekolah, guru maupun staf diperbolehkan menenteng senjata ke kelas. Meski begitu, terdapat pengetatan.

Guru maupun staf sekolah yang diizinkan membawa senjata adalah mereka yang pernah menerima pelatihan Korps Cadangan Polisi maupun mantan anggota militer. Undang-undang itu disahkan pasca-insiden penembakan massal yang terjadi di SMA Marjory Stoneman Douglas di Parkland (14/2/2018).

Saat itu, mantan siswa sekolah tersebut, Nikolas Cruz, menyerang menggunakan senapan serbu semi-otomatis AR-15, dan mengenakan perlengkapan militer. Aksi remaja 19 tahun itu membuat 17 orang murid dan guru tewas, serta melukai 15 orang lainnya. Cruz kemudian dijerat dengan 17 dakwaan pembunuhan berencana, dan terancam menghadapi hukuman mati jika terbukti bersalah.

"Apakah saya berpikir peraturan ini bakal efektif? Sama sekali tidak!" kata senator muda, Lauren Book yang berpidato di hadapan seluruh anggota Senat Florida Amerika Serikat, Senin (5/3/2018).

Perempuan berusia 33 tahun itu berbicara sambil sesekali menyeka air matanya. Ia kecewa berat atas pengesahan Undang-Undang tersebut.Sejak awal, Book menginginkan senat melakukan pembatasan senjata. Sebuah usul yang ditentang oleh Asosiasi Senapan Amerika Serikat (NSA).

"Anak-anak itu dibunuh di dalam kelas. Saya tidak bisa mengambil keputusan yang mengedepankan partai alih-alih mendengarkan keluhan mereka," ujar Book.

Dilaporkan CBS News, dengan perbandingan suara 20-18, senat akhirnya mengesahkan aturan soal batas usia masyarakat diperbolehkan membeli senjata. Jika sebelumnya seseorang bisa membeli senjata setelah dia berusia 18 tahun, maka batas usia dinaikkan menjadi 21 tahun.

Jika aturan itu disepakati oleh DPR Florida, maka batas usia calon pembeli senjata juga berlaku untuk tipe senapan.Selain itu, senat juga mengesahkan pasal yang mengatur soal adanya masa tunggu bagi warga yang berniat membeli senjata.

Dilain pihak, senator dari Partai Republikan, Bill Galvano, berkilah dengan undang-undang yang sudah disahkan bakal membuat perbedaan.

"Ini adalah area di mana kami akhirnya bisa berkata kepada seluruh korban bahwa kami mendengarkan, dan kami sudah berjuang sangat keras," beber Galvano.

Lebih lanjut seperti dilaporkan USA Today, Senat Florida juga mengesahkan adanya paket kebijakan pengucuran dana agar insiden yang sama tidak terulang di masa depan. Senat menyetujui dana 400 juta dolar AS, sekitar Rp 5,5 triliun, untuk meningkatkan pengamanan di sekolah, dan program kesehatan mental..

Senator Bill Montford berkata, dia memilih mendukung aturan itu karena nilai dana yang disepakati. Meski demikian, sebagai mantan guru dan kepala sekolah, Montford tidak setuju dengan adanya izin bagi sebagian guru membawa senjata ke sekolah, apalagi ke kelas.

"Namun, masih ada sisi positifnya. Sekokah mendapat bantuan dana untuk mencegah murid-murid menjadi korban penembakan," beber Montford.

 

Bagikan artikel ini