Ditemukan Cara Baru Obati Kangker Serviks dengan Sperma
Kesehatan Wanita

Ditemukan Cara Baru Obati Kangker Serviks dengan Sperma

Shabari ·

Salah satu penyakit yang menghantui kaum hawa yaitu kangker serviks. Nsmun ada kabar gembira yang menyebutkan kalau para ilmuwan kini telah menemukan cara baru untuk mengobati kanker serviks.

Uniknya, cara baru ini melibatkan sperma. Dimana sperma digunakan untuk mengantarkan obat kemoterapi. Dengan cara baru ini dianggap sangat menjanjikan dibandingkan cara pemberian obat kemo standar.

Hal itu lantaran sperma sendiri memang dirancang untuk berenang melalui saluran reproduksi wanita. Dan kemampuan sperma itulah yang membuat cara pengobatan baru ini lebih efektif dibandingkan cara yang sudah diketahui sebelumnya.

Tentunya hal ini sangat menggembirakan, pasalnya banyak diketahui bahwa obat kemo merusak sel normal bersamaan dengan penghancuran sel kanker.

Sehingga menyebabkan efek samping seperti kelelahan ekstrem, mual, dan sebagainya. Dan karena hal itu pula para dokter kemudian membatasi dosis yang dapat diterima pasien.

Jika obat tersebut dibawa langsung ke sel tumor, tentunya akan mengurangi efek samping dan menghilangkan risiko sel sehat hancur.

"Dalam percobaan kami, sel sperma menunjukkan kemampuan enkapsulasi obat yang tinggi dan stabilitas pembawa obat dengan mudah meminimalkan efek samping beracun dan akumulasi obat yang tidak diinginkan pada jaringan sehat," tulis laporan tersebut dikutip dari jurnal ACS Nano, Senin (4/12/2017).

Pada percobaan itu, tim peneliti dari Leibniz Institute for Solid State and Materials Research mengisi sel sperma dengan doksorubisin (bakteri antibiotik untuk kanker) obat kemo umum.

Kemudian sperma tersebut ditempatkan di dalam piring yang mengandung tumor kanker serviks kecil.

Benar saja, temuan yang dipublikasikan dalam jurnal ACS Nano itu cukup mengejutkan.dalam tiga hari, sperma telah menargetkan tumor dan membunuh 87 persen sel kanker.

Seperti dikutip dari New York Post, Senin (18/12/2017), dalam percobaan kedua, tim menempatkan sel sperma dalam empat pita magnetik berkapasitas kecil yang disebut mikromotor biohibrid.

Ketika perangkat itu menabrak tumor padat, empat lengannya terbuka dan melepaskan sperma tersebut berenang langsung ke tumor, yang mirip dengan sel telur perempuan.

Bahkan Haifeng Xu yang merupakan peneliti utama dalam percobaan ini mengatakan bahwa "spermbots" ini mungkin dapat berhasil mengobati kondisi lain dari saluran reproduksi perempuan seperti kehamilan ektopik (hamil di luar kandungan) atauendometriosis (kelainan jaringan rahim).

"Mikromotor sperma-hibrida ini adalah media yang sesuai dengan aplikasi potensial dalam perawatan ginekologi, mengobati, atau mendeteksi kanker atau penyakit lain pada sistem reproduksi wanita," tutup laporan tersebut, seperti dilansir dari Kompas.com.

 

Bagikan artikel ini