Dokter Timnas Lecehkan 160 Atlet Wanita Dihukum 175 Tahun Penjara
Kesehatan Sport Kriminal

Dokter Timnas Lecehkan 160 Atlet Wanita Dihukum 175 Tahun Penjara

Shabari ·

Ketika memilih profesi sebagai dokter atau perawat, kita mesti memiliki jiwa profesional yang tinggi. Pasalnya dalam pekerjaanya akan bersentuhan dengan area pribadi para pasien.

Bila tak bisa mengontrol diri bisa saja terjerumus pada hal yang merugikan pasien seperti pelecehan seksual dan sebagainya.

Seperti halnya yang didakwakan pada seorang mantan dokter tim Olimpiade Amerika Serikat. Dimana Ia didakwa melakukan pelecehN seksual pada  160 atlet wanita, selama ia bertugas menjadi dokter tetap.

Karena ulahnya itu. Hakim Rosemarie Aquilina menjatuhkan hukuman 175 tahun penjara kepada dokter tim senam wanita, Larry Nassar (54). Dan ini merupakan hukuman tambahan yang harus ditanggungnya, setelah kurungan 60 tahun penjara dilimpahkan kepadanya sebelumnya atas tuduhan pornografi anak.

"Anda tak lagi pantas berjalan di luar penjara. Anda tidak melakukan apa pun untuk mengendalikan perbuatan bejat Anda dan ke mana pun Anda pergi, korban Anda bertambah lagi," ujar Aquilina kepada Nassar, dilansir The Independent.

"Saya telah menandatangani surat perintah kematianmu," lanjutnya.

Diketahui dokter tersebut mulai melayani tim nasional sejak 1996 dan dipecat pada tahun 2015. Dan kasus ini merupakan skandal terburuk yang melanda dunia olahraga Amerika Serikat dalam beberapa dasawarsa.

"Saya akan mengingat kata-kata Anda selama sisa hidup saya," katanya seraya menundukkan kepala sebelum hakim bacakan putusan.

Namun hakim tak yakin atas ucapan Nassar, hakim kemudian membacakan sepucuk surat -- dengan lantang -- yang ditulis Nassar kepadanya.

Dalam surat tersebut, Nassar mengaku bahwa ia adalah dokter yang baik dan ia telah dimanipulasi agar mengaku bersalah. Sontak saja, apa yang dibaca hakim membuat beberapa orang di ruang sidang pengadilan Lansing, Michigan, terisak dan meneteskan air mata.

Ratusan atlet perempuan menegaskan, pejabat senior telah gagal dalam menjalankan tugas untuk melindungi para atlet dan telah mengabaikan tindakan Nassar tersebut.

Mengenai hal ini, pada musim semi tahun 2017, empat pejabat yang mengurusi tim Olimpiade mengundurkan diri. Steve Penny mengundurkan diri karena dituduh telah lalai, dan disusul tiga anggota dewan yang melepaskan kursi jabatannya awal pekan ini.

Larry Nassar dinyatakan bersalah pada November tahun lalu dengan tujuh tuduhan pelecehan seks tingkat pertama di Ingham County, serta tiga tuntutan tambahan di Eaton County.

Sebelumnya, mantan dokter ini tengah menjalani hukuman bui selama 60 tahun di penjara federal, karena kasus pornografi anak.

Korban terakhir yang bersaksi, Rachael Denhollander melaporkannya ke polisi Michigan State University pada tahun 2016 dan menceritakan kisahnya secara eksklusif ke surat kabar Indianapolis Star, yang kemudian melakukan penyelidikan sendiri dan menghasilkan serangkaian laporan.

Denhollander menceritakan bagaimana Nassar mulai menyiksanya pada tahun 2000, saat dia menjadi pesenam pada usia 15 tahun.

"Ketika kami dilecehkan secara seksual, Larry mulai terangsang," ujar Denhollander

Dalam pernyataannya, Denhollander mengkritik sekolah USA Gymnastics karena gagal bertindak cepat dan tak tanggap, mereka pun terkesan tak mengindahkan laporan para korban.

Dia pun menduga kalau pihak USA Gymnastics telah menyembunyikan kebejatan dokter yang dipakai mereka selama bertahun-tahun demi menghindari stigma negatif di ranah publik.

Bagikan artikel ini