Driver Grab Ini Rudapaksa Langganannya yang Tengah Datang Bulan Dengan Lakban
Kriminal

Driver Grab Ini Rudapaksa Langganannya yang Tengah Datang Bulan Dengan Lakban

Shabari ·

Seorang sopir Grab bernama Fujiyanto alias Fuji alias Yanto bin Barim (38), diringkus polisi atas dugaan kasus pemerasan dan pemerkosaan terhadap wanita berinisial D yang menjadi langganannya.

Menurut Kasubdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Aris Supriyono, kejadian itu bermula pada hari Jum'at (1/6) sekitar pukul 17.00 WIB, pelaku menghubungi korban dan mengajak makan ke daerah Bogor, Jawa Barat.

Setelah keduanya makan di Bogor pada pukul 21.00 WIB, mereka kemudian menonton di bioskop. Namun, sebelum film selesai, korban minta pulang.

Akan tetapu bukannya diantar pulang, korban malah dibawa oleh pelaku ke daerah Puncak Bogor, Jawa Barat. Pada saat itu, pelaku mengajak korban untuk bersetubuh, tetapi ditolak oleh korban dengan alasan lagi 'halangan'.

Pelaku pun tak terima karena mendapat penolakan dari korban, lanjutnya, pelaku pun membawa korban pulang ke arah Jakarta.

Akan tetapi, pada saat di Megamendung tersangka memarkirkan mobil di depan Indomaret dan kemudian membeli lakban.

"Setelah di Rest Area Cibubur KM 10, tepatnya di wilayah Cipayung, Cibubur, Jakarta Timur, pelaku memarkirkan kendaraan di pinggir tol. Tanpa basa basi, pelaku langsung membekap korban dan mengikat tangan serta kaki korban dengan menggunakan lakban," ujarnya Aris.

Pelaku kemudian membawa korban yang sudah tak berdaya ke daerah Cibinong dan di perjalanan tersangka ngambil handphone dan uang korban.

"Karena ketakutan, selanjutnya korban meminta tersangka untuk membuka ikatan kaki dan tangannya, dan mau memenuhi keinginan tersangka untuk bersetubuh. Di dalam mobil itu pelaku pun langsung memperkosa korban," ungkap Aris.

Atas perbuatannya, pelaku kini diancam dengan Pasal 368 KUHP tentang pemerasan, dan pasal 285 KUHP mengenai pemerkosaan, dengan ancaman hukuman penjara lima tahun.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga mengamankan satu unit handphone, lakban bekas, pakaian tersangka dan korban, serta satu unit mobil Honda Mobilio bernomor polisi B 4232 KFD sebagai barang bukti.

Bagikan artikel ini