Video Polisi

Heboh Video Pengendara yang Ditilang Namun Uang Untuk Tebus Obat Ibu yang Sakit Diambil Juga Oleh Oknum Polisi

Shabari ·

Sebuab vodeo yang diunggah oleh pengguna channel Youtube benni edward pada Selasa (3/4/2018), dinilai cukup berani.

Pasalnya tanpa rasa takut ia mengungkap perilaku oknum Polantas di sebuah gedung kosong tersembunyi.

Dalaum video unggahannya tersebut tampak anggota kepolisian yang menggelar razia trngah bersantai di komplek Taman Makam Pahlawan, Palembang.

Seorang oknum polantas di sana disebutkan telah melakukan pungli pada sejumlah pengendara. Debgan beranu Benni menghampiri oknum polisi itu untuk menemani mahasiswa yang jadi korban pungli untuk meminta uangnya kembali.

Menurutnya, ia merasa kasihan karena mahasiswa itu baru saja pulang dari menebus obat ibunya yang baru selesai dioperasi, yang kemudian dimintai uang Rp50 ribu oleh polisi.

Seperti dilansir dari Tribunnews.com, awalnya mahasiswa itu dimintai Rp100 ribu, namun hanya ada Rp20 ribu di dompetnya. Dirinya pun menghubungi teman kuliahnya supaya menghampirinya ke lokasi razia dan meminjaminya uang Rp50 ribu.

Namun, setelah uang diberikan, mahasiswa yang tak punya SIM dan tak menyalakan lampu itu berubah pikiran. Ia menyatakan bersedia menjalani sidang dan hendak mengambil uangnya dari polisi.

Atas permintaan Benni, polisi pun menilang mahasiswa tersebut. Akan tetapi, polisi itu malah memberi slip tilang warna biru, meski korban mau sidang.

Dan oknum polisi itu tak mengakui telah menarik pungli. Uang Rp50 ribu milik si mahasiswa pun tak dikembalikan.

Benni kemudian memaksa polisi dan mengungkapkan bahwa korban bukan orang kaya serta membutuhkan uang lantaran ibunya sedang sakit.

Polisi pun naik pitam dan mendekati Benni dengan gestur hendak memukul. Namun Benni kemudian melaporkan oknum polisi yang bersikap kasar itu pada Propam lewat telepon.

"Mari kita viralkan dan pastikan seluruh oknum di proses sesuai hukum yang berlaku karena telah melakukan pelanggaran Pidana Pasal 209 KUHP dan Pasal 1 & 2 UU No 11 Tahun 1980 dengan ancaman pidana maksimal 5 tahun penjara dan denda maksimal Rp. 15.000.000," tutup Benni pada deskripsi videonya.

Bagikan artikel ini