Ibu Hamil Disarankan Sering Orgasme di Trisemester Ketiga Kehamilannya
Kesehatan

Ibu Hamil Disarankan Sering Orgasme di Trisemester Ketiga Kehamilannya

Shabari ·

Tak sedikit pasangan yang malah 'berpuasa' hubungan intim saat sang istri hamil, hal itu lantaran khawatir akan terjadi sesuatu pada si cabang bayi. Hal itu biasanya dilakukan saat usia kehamilan masih muda dan telah mendekati hari kelahiran.

Mungkin itu bisa dilakukan saat usia kehamilan masih muda. Namun, saat usia kehamilan telah matang, berhubungan intim malah sangat disarankan. Karena bercinta di usia kehamilan yang telah matang ternyata bisa memicu kontraksi alami yang mempermudah sang ibu untuk melahirkan secara normal nantinya.

Biasanya kekhawatiran pada si cabang bayi membuat orang takut melakukan bercinta, terlebih saat usia kandungan sudah mencapai bulan lahirnya, membuat banyak pasangan akhirnya memilih untuk tidak melakukan hal itu. Padahal, bercinta di saat usia kandungan sudah cukup matang, memberi manfaat baik untuk proses melahirkan.

"Orgasme dari sang ibu, biasanya memicu kontraksi. Nah, orgasme ini yang dipakai sebagai induksi alamiah agar proses melahirkan secara normal nantinya bisa mudah dilakukan," ujar spesialis kandungan, Dr. Med. dr. Damar Prasmusinto, SpOG (K), seperti dilansir Viva.co.id.

Bahkan, Damar menyarankan agar orgasme dari pihak wanita dapat tercapai di akhir masa kehamilannya. Hal itu untuk melancarkan tahapan kontraksi dan membuat proses melahirkan normal berjalan secara mulus. Ia juga menegaskan kalau tidak ada larangan untuk bercinta selama masa kehamilan.

"Kalau sudah hamil, enggak ada batasan mau hubungan intim berapa kali pun. Kapan saja juga silakan. Apalagi, memang dianjurkan di akhir kehamilan, agar istri mencapai orgasme itu," ujarnya.

Akan tetapi, Damar tetap memberikan penekanan pada kondisi kehamilan sang ibu. Hal itu karena jika kondisi kehamilan tersebut cenderung sering menimbulkan flek atau banyak masalah, sebaiknya hubungan intim ditunda terlebih dahulu.

"Hubungan intim memang tidak ada batasan, tetapi harus dilihat kondisi ibunya. Kalau bermasalah, sering flek, ada penyakit komplikasi, disarankan tidak berhubungan dulu," lanjutnya.

Jadi saat si ibu dan kandungannya sehat jangan khawatir untuk melakukannya, Bagaimana menurut Anda?

Bagikan artikel ini