Ibu Hamil Ini Kehilangan Nyawa Setelah Nekat Melahirkan di Rumah Hanya Bermodalkan You Tube
Ilustrasi
Kesehatan Wanita

Ibu Hamil Ini Kehilangan Nyawa Setelah Nekat Melahirkan di Rumah Hanya Bermodalkan You Tube

Shabari ·

Bukan rahasia lagi hanya dengan bermodalkan akses internet di ponsel kita bisa mencari resep makanan, cara membuat sesuatu dan lain sebagainya. 

Namun, tidak semua bisa kita lakukan hanya dengan bermodalkan pengetahuan yang didapat lewat browsing internet. Tetlebih bila itu yang seharusnya dilakukan oleh para ahli seperti masalah kesehatan.

Jangan sampai karena nekat berusaha sendiri dengan pengetahuan dari internet kita malah harus kehilangan nyawa. Seperti halnya apa yang menimpa seorang ibu muda di Negara Bagian Tamil Nadu, India. Ia dilaporkan tewas setelah berusaha melahirkan di rumah.

Seperti dilansir dari Daily Mirror Jumat (27/7/2018), wanita berusia 28 tahun yang diidentifikasi bernama Krithiga, nekat melahirkan di rumah dibantu suaminya dan mengandalkan panduan kelahiran melalui video YouTube di desa Rathnagiriswarar.

Padahal sang suami yang tidak diketahui identitasnya tersebut tidak mempunyai pengalaman medis. Sang suami hanya sebagai bekerja di perusahaan pakaian.

Menurut keterangan Polisi, Krithiga memutar video berjudul "Bagaimana Menolong Perempuan yang Melahirkan". Ia  merasa cukup yakin video YouTube itu bakal membantunya.

Keyakinanya ditambah saat melahirkan anak pertamanya yang kini berusia tiga tahun, dia tak mengalami kendala.

Akan tetapi masalah mulai terjadi saat video tersebut tidak menerangkan apa yang harus dilakukan ketika plasenta tidak keluar dalam proses kelahiran, saat Krithiga mengalami masalah tersebut.

Dan sayangnya masalah yang hanya bisa ditangani tenaga medis profesional itu membuat Krithiga mengalami pendarahan hingga tewas.

"Kontraksi dimulai pukul 14.00 waktu setempat. Namun, suaminya baru membawa korban ke rumah sakit setelah bayinya lahir," kata juru bicara kepolisian.

Polisi bakal menyelidiki suami Krithiga untuk memastikan kronologi kematian istrinya.

Oleh karena itu, sebaiknya kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknologi agar bisa membuat kebaikan pada kehidupan kita.

Bagaimana menurut Anda?

Bagikan artikel ini