Jalan Tol Tak Lagi pakai Tunai, Begini Nasib Para Pekerjanya
Berita

Jalan Tol Tak Lagi pakai Tunai, Begini Nasib Para Pekerjanya

Shabari ·

Penerapan pembayaran jalan tol dengan nontunai, menimbulkan pertanyaan besar mengenai bagaimana nasib para pekerja yang biasa melayani pembayaran di tiap gerbang tol.

Pasalnya, terbayang banyaknya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), saat sistem transaksi nontunai di jalan tol di berlakukan.

Mengenai hal itu, PT Jasa Marga Tbk memastikan tidak akan ada PHK secara massal yang terkena imbas dari pemberlakuan pembayaran nontunai ini. Dan untuk penerapan pembayaran nontunai di jalan tol, akan akan dilakukan pada 31 Oktober 2017.

mengatakan, pihaknya telah mulai melakukan gerakan nontunai ini sejak 2009 dengan penetrasi hingga 30 persen. Selama itu, Heru mengatakan tidak ada PHK yang dilakukan oleh perusahaan.

"Jadi sebelum ramai-ramai soal elektronifikasi ke arah 100 persen ini kami sudah berhasil mencapai 30 persen, apakah sepertiga karyawan kami kurangi dalam kurun waktu tersebut? Tidak kan. Belum pernah terdengar ada PHK 30 persen karyawan Jasa Marga," kata AVP Corporate Communication PT Jasa Marga, Tbk Dwimawan Heru Santoso seperti dilansir VIVA.co.id.

Untuk saat ini karyawan Jasa Marga mencapai 9.000 orang, baik di tubuh induk perusahaan hingga anak perusahaan.

Heru mengatakan kalau angka ini disebut akan terus bertambah dengan ada pembangunan 600 km jalan tol baru. Oleh karena itu ia memastikan tidak akan ada pemutusan hubungan kerja khususnya untuk karyawan tetap.

"Kembali lagi ke ikatan kerjanya, kan ada PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu). Kalau, karyawan tetap kami tidak akan semena-mena lah, contohnya delapan tahun ini," tegasnya.

Akan tetapi perubahan sistem ini tentunya akan berimbas pada kariyawan, Heru mengaku jika karyawan Jasa Marga yang bertugas di gerbang tol bisa dipindahkan ke bidang yang lain atau jalan tol lain sesuai kompetensinya.

Strategi ini akan terus dimatangkan perusahaan seiring dengan perkembangan perusahaan.

"Pemindahan itu termasuk, kan ada 600 km jalan tol baru. Kan di sana kita butuh tenaga yang sifatnya administratif, meskipun tidak pengumpul tol lagi, ya nanti kita harus berdayakan, tingkatkan kompetensinya, ini lagi kami kaji. Ya kira-kira ke sana lah arahnya, itu salah satu alternatif," pungkasnya.

Bagikan artikel ini