Karena Hal Sepele Kepsek Astri Di Pukul Menggunakan Meja Kaca Oleh Orang Tua Murid
Berita

Karena Hal Sepele Kepsek Astri Di Pukul Menggunakan Meja Kaca Oleh Orang Tua Murid

Damian D. ·

Suatu kejadian yang menyedihkan terjadi lagi di dunia pendidikan kita. Kali ini korbannya adalah seorang kepala sekolah di SMP 4 Lolak Kabupaten Bolaang Mongondow yang menjadi korban. Astri Tampi (57) harus menderita luka yang cukup parah karena mendapat hantaman keras dari meja kaca yang dilakukan oleh orang tua seorang siswi.

Alasannyapun tidaklah terlalu besar. Kejadian ini dimulai dari adanya isu keberadaan tes kehamilan di SMP 4 Lolak. Karena tak ada yang mengaku, akhirnya sekolah memutuskan untuk memerintahkan seluruh siswinya untuk membuat surat pernyataan. Semua siswipun datang untuk membuat pernyataan, hanya putri (anak tersangka) yang tidak datang. "Saya cari tahu siapa yang menyebarkan isu alat tes kehamilan di sekolah. Semua (siswi) datang kecuali Putri (anak tersangka). Kemudian saya tanyakan (ke Putri) kenapa tidak datang. Ia katakan sudah lapor ayahnya. Saya lantas panggil ayahnya untuk cek kebenaran itu," kata Kepsek yang ditemui Tribun Manado di RSUP Prof Kandou.

Seke (panggilan tersangka) akhirnya dipanggil untuk alasan tersebut, namun entah apa yang dipikirkannya dia jadi emosi dan meledak-ledak. "Meja itu kemudian dipukulkan pada saya. Saya jatuh, ia kemudian kembali memukuli saya dengan kaki meja. Saya kira saya akan mati, karena ia membabi buta menghantam saya. Mungkin kalau tidak dilerai guru lainnya, saya sudah mati," kata Astri.

Korban pun mengalami luka cukup serius dan harus menjalani  operasi pengangkatan pecahan kaca di kedua tangan, computerized tomography (TC) scan di kepala, perawatan hidung dan beberapa bagian tubuh yang cidera. usut punya usut korban dan tersangka bukanlah orang jauh. Jarak rumah mereka hanyalah 300 meter saja. Bahkan tersangka juga pernah meminjam uang korban sebesar 300ribu yang hingga kini belum dikembalikan. 

Korban dibawa ke RSUP Kandou, Selasa malam, Rabu paginya ia menjalani CT scan. Hingga kemarin, ia masih bertanya-tanya mengapa tersangka bisa segalak itu. "Sebuah hal kecil. Saya pun tidak salah karena hanya menjalankan fungsi mendidik, tapi saya sepertinya mau dibunuh," kata dia.

Joni Sengkey, suami Astri, masih tidak memahami kekerasan yang dilakukan tersangka terhadap istrinya. "Ini masalah sepele, tapi dia sepertinya hendak membunuh istri saya," kata Joni.

Satu hal yang kemungkinan berhubungan dengan kejadian tersebut menurut suami korban adalah beberapa kali istrinya menyita hape korban dan didalamnya ada film dewasa yang tidak pantas untuk anak SMP. 

Tersangka sendiri adalah seorang residivis pembunuhan, namun mereka kira dia sudah tobat. Tersangka telah diperiksa di Polsek Lolak dan sedang dilakukan proses hukum. 

Bagikan artikel ini