Kim Jong-un Mengganti Perayaan Natal Dengan Perayaan Hari Ultah Neneknya
Internasional

Kim Jong-un Mengganti Perayaan Natal Dengan Perayaan Hari Ultah Neneknya

Shabari ·

Tanggal 25 Desember merupakan hari Natal atau perayaan kelahiran Yesus bagi umat nasrani di seluruh dunia. Namun, sepertinya hal itu tak bisa dilakukan di korea Utara. Pasalanya, diktator muda Kim Jong-un yang memimpin Korut dilaporkan melarang perayaan Natal di negara tersebut.

Bahkan, rezim Pyongyang mengganti perayaan 25 Desember sebagai hari ulang tahun nenek dari Kim Jong-un, yakni Kim Jong-suk. bukan untuk Yesus. Bukan hanya itu, pemimpin tertinggi Republik Demokratik Rakyat Korea (DPRK), juga memperingatkan warganya untuk tidak mendirikan pohon Natal.

Meski demikian, masih ditemukan beberapa pohon Natal di beberapa toko dan restoran di Pyongyang sebagaimana dilaporkan New York Post, Senin (26/12/2016), Hanya saja, tak terdapat simbol-simbol agama pada pohon-pohon tersebut untuk mencegah tindakan keras dari pemerintah Korut.

Rezim Kim Jong-un memerintahkan warganya untuk memperingati tanggal 25 Desember sebagai hari ulang tahun Kim Jong-suk yang lahir pada malam Natal pada tahun 1919. Kim Jong-suk sendiri dikenal sebagai gerilyawan anti-Jepang dan aktivis komunis. Dia adalah istri dari diktator pertama Korut, Kim Il-sung.

Banyak orang di negara itu memperingati kelahiran nenek Kim Jong-un tersebut dengan memberikan penghormatan kepada “Ibu Revolusi”. Mereka mengunjungi makam Kim Jong-suk, yang meninggal secara misterius pada tahun 1949.

Pelarangan ini memang bukanlah yang pertama kali di Korut. Bahkan pada tahun 2014, Korut mengancam Korea Selatan, untuk perang setelah Seoul berencana mendirikan pohon Natal besar di sepanjang perbatasan kedua negara. yang kemudian Seoul mengurungkan rencananya itu.

Bagikan artikel ini