Niat Untuk Lelucon, Nanas ini Jadi Karya Seni Utama di Pameran
Unik

Niat Untuk Lelucon, Nanas ini Jadi Karya Seni Utama di Pameran

Shabari ·

Memang kita akan sulit menyebutkan kalau sebuah barang memiliki nilai unik dan dikatakan memiliki nilai seni tinggi. Dan biasanya barang barang bernilai seni tingi hanya di'ciptakan'oleh orang orang berbakat dalam seni.

Namun terkadang nilai seni dan keunikan itu datang tiba tiba tanpa ada sentuhan dari seorang seniman. Salah satunya adalah sebuah benda yang menjadi pusat perhatian di sebuah pameran seni dan menjadi karya seni utama. Pastinya kita akan dibuat geleng geleng kepala saat tahu benda tersebut hanya berupa buah Nanas.

Hal itu bermula saat Ruari Gray, seorang mahasiswa berusia 22 tahun dari Aberdeen, Skotlandia, dengan niat lelucon meninggalkan sebuah nanas di pameran karya seni di Universitas Robert Gordon. Ruairi membeli nanas seharga Rp 13 ribu dan bersama teman-temannya ia meletakkan buah itu di tengah-tengah pameran Look Around.

nanas menjadi karya seni

"Awalnya Ruairi membeli buah itu untuk menggoda temanku yang alergi nanas. Tapi ternyata leluconnya tidak berhasil. Akhirnya kita meninggalkan nanas itu di pameran untuk melihat berapa lama nanasnya akan bertahan di sana," kata Lloyd Jack, seorang teman Ruairi.

Pameran ini memiliki tujuan untuk 'melihat di tempat dan ruang di sekeliling kita'. Tak diduga, saat ia kembali empat hari kemudian, buah itu menjadi karya seni yang ditempatkan di pusat pameran. Bukan hanya itu, saat ini buah nanas itu bahkan diletakkan di dalam sebuah kotak kaca.

"Aku datang lagi keesokan harinya, dan buah itu berada di dalam kotak kaca. Ini benar-benar lucu!" ujar Ruairi, dikutip oleh Viralthread.com.

"Dosenku bahkan bertanya padaku apakah ini benar-benar terjadi. Tentu saja, bahkan mereka meletakkannya di dalam kotak kaca," tambahnya.

Mereka tidak percaya dengan apa yang terjadi, bahkan Ruairi bukanlah mahasiswa jurusan seni. Ia merupakan mahasiswa jurusan Teknologi Bisnis Informasi. Penanggung jawab pameran juga membiarkannya meski tahu itu hanya lelucon yang sengaja dilakukan oleh pengunjung.

Bagikan artikel ini