Pemerintah Ingin Hanya Ada 4 Operator Telekomunikasi Saja di Indonesia
Berita

Pemerintah Ingin Hanya Ada 4 Operator Telekomunikasi Saja di Indonesia

Shabari ·

Seperti yang kita ketahui, Indonesia memiliki lebih dari lima operator telekomunikasi, diantaranya Telkom, Telkomsel, Indosat, XL Axiata, Tri, Smartfren, Bolt, hingga Sampoerna Telekomunikasi. Dan sejumlah operator sudah ada yang berkonsolidasi. Sebut saja Axis-XL dan Smart-Mobile-8 (Fren) yang merger beberapa tahun lalu. Kemudian, konsolidasi XL-Indosat yang membentuk perusahaan patungan untuk membangun jaringan.

Namun demikian, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Rudiantara menilai, jumlah operator telekomunikasi di Indonesia idealnya hanya tiga sampai empat pemain saja. Dengan empat pemain, industri telekomunikasi dinilai akan lebih efisien dan tidak terus-terusan merugi.

"Sebetulnya tidak ada riset soal itu, tapi menurut saya idealnya tiga sampai empat operator saja," katanya di Jakarta, Rabu (27/7/2017).

Demi efisiensi industri, lanjut Rudiantara, ia meminta para pemain telekomunikasi untuk saling berkonsolidasi. Metodenya bisa dalam bentuk merger, akuisisi, atau kerja sama jaringan.

"Mereka ingin cut loss. Saya sudah bilang kalau ingin kurangi cut loss, caranya konsolidasi. Kita bisa tingkatkan skala ekonomi. Artinya, operator punya bargaining power kepada vendor (jaringan), jadi beli barangnya murah," tutur nya.

Bahkan, pria yang karib disapa Chief RA ini, menegaskan tidak akan ragu untuk mencabut izin penyelenggaraan jaringan operator apabila mereka tidak mau berkonsolidasi. Izin pencabutan ini tidak akan pandang bulu, baik operator seluler maupun Broadband Wireless Access (BWA).

"Mau seluler atau BWA, sama saja, toh nanti arahnya ke teknologi netral," tutupnya. *

Bagikan artikel ini