Pertama Dalam Sejarah, Tentara Ini Sukses Jalani Cangkok Penis dan Kantung Zakar
Kesehatan Unik Internasional

Pertama Dalam Sejarah, Tentara Ini Sukses Jalani Cangkok Penis dan Kantung Zakar

Shabari ·

Para ahli kesehatan memang tengah mengembangkan metode cangkok pada bagian tubuh yang hancur atau hilang karena kecelakaan atau sejenisnya. Dan salahsatunya yang menjadi pertama di dunia adalah apa yang berhasil dilakukan oleh tim dokter di Amerika Serikat yang melakukan pencangkokan total penis dan kantung zakar.

Seperti dilansir BBC Indonesia, para ahli bedah di Universitas Johns Hopkins di Baltimore, Maryland, melakukan operasi itu pada seorang tentara yang terluka oleh bom di Afghanistan. Mereka menggunakan penis, skrotum dan dinding perut parsial yang ditransplantasikan dari seorang donor yang telah meninggal.

Mereka mengatakan tentara itu akan bisa mendapatkan kembali fungsi seksualnya, yang tidak mungkin terjadi jika yang dilakukan adalah rekonstruksi penis. Tim yang terdiri dari 11 ahli bedah itu melakukan pencangkokan itu pada 26 Maret lalu selama 14 jam.

Ini adalah operasi pertama pada veteran tempur yang terluka saat bertugas dan pertama pula ihwal pencangkokan jaringan lengkap termasuk skrotum dan daerah abdominal sekitarnya. Dokter mengatakan testis donor tidak ditransplantasikan, karena pertimbangan etis.

"Amputasi sering terjadi di kalangan veteran perang dan mengakibatkan disabilitas yang jelas," kata Dr WP Andrew Lee, kepala Bedah Plastik dan Rekonstruksi di Universitas Johns Hopkins dalam telebriefing pada hari Senin (23/4).

Akan tetapi ia juga menambahkan kalau banyak cedera akibat perang cenderung tersembunyi dan dampaknya tidak dianggap berarti oleh orang lain. Seperti halnya kata Dr Lee yang menyebut cedera bagian kelamin merupakan "luka perang yang tak dibicarakan".

"Dalam sebuah simposium di tahun 2014 yang berjudul 'Keintiman Setelah Cedera', kami mendengar dari pasangan, keluarga, dan perawat para prajurit yang terluka ini tentang dampak yang menghancurkan dari luka-luka bagian kelamin pada identitas mereka, harga diri dan hubungan intim," katanya.

"Ketika saya bangun pertama kali (sesudah operasi), saya merasa akhirnya lebih normal, bahwa akhirnya saya baik-baik saja sekarang." ujar tentara yang tak ingin diungkap namanya.

Ia mengalami cedera yang dideritanya akibat menginjak bom tersembunyi di Afghanistan. Setelah berhasil melakukan operasi tersebut, para ahli dari tim bedah berharap tentara itu akan pulih sepenuhnya antara enam hingga 12 bulan.

Dr Rick Redett, direktur klinis dari program transplantasi genitourinari, mengatakan bahwa prajurit ini sedang dalam tahap pemulihan dan diperkirakan bisa keluar rumah sakit pekan ini.

"Harapan kami adalah, pencangkokan ini akan memungkinkan dia untuk mendapatkan kembali fungsi kemih dan seksualnya untuk bisa menjalani kehidupan yang lebih normal," kata Dr Redett.

Tim transplantasi mengatakan bahwa universitas itu juga akan melakukan 60 operasi transplantasi genital sebagai bagian dari program mereka. Transplantasi penis pertama di AS terjadi pada tahun 2016 di Massachusetts General Hospital di Boston. Sedangkan untuk pencangkokan penis pertama yang berhasil di dunia berlangsung pada tahun 2014, oleh para ahli bedah di Afrika Selatan.

Bagikan artikel ini