Polisi Kembali Adakan Operasi Patuh Jaya Tanggal 26 April Hingga 9 Mei 2018
Polisi

Polisi Kembali Adakan Operasi Patuh Jaya Tanggal 26 April Hingga 9 Mei 2018

Shabari ·

Untuk terus meningkatkan ketertiban berlalu lintas, pihak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) kembali melakukan Operasi Patuh Jaya 2018 yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.

Adapun operasi tersebut dimulai pada tanggal 26 April hingga 9 Mei 2018 ini. Operasi kali ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan keselamatan berlalu lintas dan menekan angka kecelakaan.

Olehkarenanya, diimbau kepada semua pengguna kendaraan bermotor untuk melengkapi surat-surat kendaraan serta memakai pakai helm SNI, melengkapi kaca spion kiri-kanan, dan patuhi aturan lalu lintas selama berkendara.

Meski operasi serupa telah diadakan diadakan berkali-kali, namun masih saja para pengendara yang melanggar aturan. Diantara nya yakni masih saja ada yang modifikasi pelat nomor. Padahal telah diketahui kalaumodifikasi pelat motor tersebut melanggar Undang-Undang Lalu Lintas. Tepatnya di Undang-Undang No.22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dimana bila nekat melanggar UU tersebut maka pengendara dapat dikenai Pasal 280 dengan denda paling banyak Rp 500.000 ribu atau kurungan dua bulan. Pasal 68 menyebutkan bahwa kendaraan bermotor wajib menggunakan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang memenuhi syarat bentuk, ukuran, bahan, warna dan cara pemasangan.

Oleh karenanya, seperti dilansir dari GridOto.com, Kepala Subdit Pembinaan dan Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi (AKBP) Budiyanto menyebutkan ada tujuh model pelat yang menyalahi aturan. Dan pastinya akan ditilang jika kepergok pihak berwenang.

Ketujuh model tersebut diantaranya:

1. TNKB yang hurufnya diatur, angka diubah supaya terbaca /angka diarahkan ke belakang sehingga terbaca nama.

2. TNKB yang hurufnya diubah seperti huruf digital.

3. TNKB ditempel stiker/logo/lambang kesatuan/instansi yang terbuat dari plastik/logam/kuningan pada kendaraan pribadi, seolah-olah pejabat.

4. TNKB yang menggunakan huruf miring dan huruf timbul.

5. TNKB yang dibuat di luar ukuran (terlalu besar/terlalu kecil).

6. TNKB diubah warna/doff dan ditutup mika sehingga warna berubah.

7. TNKB yang huruf angkanya sebagian ditebalkan dan sebagian dihapus dengan cat piloks sehingga nomor asli tersamar warna catnya, sulit untuk dibaca.

Nah bagaimana menurut Anda?

Bagikan artikel ini