Sebanyak 8 Pria Diburu Polisi Karena Telah Merudapaksa Kambing Bunting Hingga Tewas
Internasional Tragedi

Sebanyak 8 Pria Diburu Polisi Karena Telah Merudapaksa Kambing Bunting Hingga Tewas

Shabari ·

Sebuah insiden yang pastinya bisa membuat geleng-geleng kepala terjadi di Haryana Nuh, Mewat, India. 

Pasalnya seperti dilansi dari India Times, sebanyak 8 pria harus diburu pihak berwajib setelah menjadi tersangka terbunuhnya seekor kambing yang tengah hamil. 

Mereka dituding telah melakukan pemerkosaan dan kekerasan kepada kambing malang tersebut secara brutal. 

Diketahui Kambing yang menjadi korban adalah milik Aslu. Si kambing tewas dengan beberapa luka di tubuhnya. 

Karena tak terima, pemilik ternak itu melapor ke polisi pada 26 Juli setelah mengetahui kambingnya tewas karena tindak kekerasan.

Aslu melaporkan bahwa kambingnya telah diperkosa hingga tewas oleh pria bernama Savakar, Haroon, Jaffar, dan lima orang pria yang belum diketahui identitasnya. 

Polisi pun memburu para pelaku, dan juga meneliti lebih lanjut dengan melakukan autopsi terhadap kambing yang menjadi korban. 

Awalnya, pada 25 Juli, Aslu mencari kambingnya yang hilang di desa dekat rumahnya. Dalam pencarian itu, ia menemukan kambingnya tengah diperkosa oleh delapan pria muda. 

Menurut Aslu, saat itu kambingnya sudah dalam keadaan tak berdaya. Parahnya, saat Aslu menegur mereka, mereka malah mengancam akan melakukan hal yang sama kepada seluruh ternaknya. 

Aslu meyakini bahwa gerombolan anak muda tersebut sedang berada di bawah pengaruh minuman keras.

Pihak kepolisian telah mengategorikan kasus ini dalam kasus pelanggaran tak wajar dan kejahatan melukai atau membunuh ternak. 

Kasus ini pun disayangkan oleh para aktivis anti kekerasan hewan. Mereka membantu polisi melakukan penggerebekan di tempat-tempat yang dicurigai sebagai tempat pelaku bersembunyi. 

"autopsi dilakukan di rumah sakit hewan pemerintah setempat. Sampel cairan dari binatang telah dikirim ke laboratorium forensik negara bagian di Madhuban." kata Inspektur Vipin Kumar.

Bagikan artikel ini