Sekandal Hoes Hoin, Ratusan Foto Syur Tentara Wanita AS Bocor di Dokumen Ini
Ilustrasi Tentara Wanita AS
Internasional

Sekandal Hoes Hoin, Ratusan Foto Syur Tentara Wanita AS Bocor di Dokumen Ini

Shabari ·

Amerika Serikat dihebohkan dengan menyebarnya foto telanjang para tentara wanita. Bahkan, Investigasi lanjutan yang dilakukan Departemen Pertahanan Amerika Serikat (AS), menunjukkan foto-foto vulgar anggota marinir wanita terus diunggah ke jagat maya.

Seperti dilansir dari Bustle.com, laporan kantor berita Vice News menunjukkan kalau sebaran foto telanjang para perwira wanita berpusat pada sebuah folder Dropbox bernama 'Hoes Hoin'. Dalam folder itu konon terdapat 267 foto perwira wanita dalam kondisi telanjang dan semitelanjang, yang berasal dari berbagai unit kesatuan di seantero AS.

Dilansir dari Newsweek, pelaku menyebarkan dokumen tersebut melalui aplikasi Dropbox. Dan folder kontroversial tersebut diberi nama sang pelaku dengan kode "Hoes Hoin". 

Dalam folder tersebut banyak terlihat foto-foto tentara wanita tanpa busana dari semua cabang militer. Baik dari anggota Angkatan Laut (Navy) hingga angkatan Udara (US Air Force) pun tampak terlampir dalam dokumen asusila tersebut.

Foto-foto itu menunjukkan pose bernuansa seksual, potret nakal secara mandiri, dan aksi bugil yang diambil oleh orang lain. Dan semua foto seronok itu tersimpan di dalam tiga sub-folder di kotak 'Hoes Hoin' di Dropbox.

Vice melaporkan kalau sebuah tautan terhadap folder tekait, pertama kali dibagikan pada Februari 2017, di sebuah grup privat khusus pria di Facebook, yang bernama Blame Marines United (Non-Butthurt Edition) yang dibentuk oleh sebuah organisasi media non-profit The War Horse pada Maret 2017.

Secara berkelanjutan grup itu mengunggah foto-foto panas perwira wanita tanpa sepengetahuan mereka. Atas permintaan Departemen Pertahanan, grup tersebut resmi di tutup oleh Facebook. Akan tetapi diketahui kalau para anggoranya masih kerap bertemu dalam beberapa agenda serupa, baik di dunia maya ataupun dalam forum terbatas.

Departemen Pertahanan AS kemudian melakukan penyidikan kejahatan siber ini dan terungkap adanya upaya peretasan pada jaringan komputer Kepolisian Laut AS oleh bantuan pihak dalam. Hal itu diduga kuat terjadi sudah lebih dari setahun lalu, tetapi baru terungkap menjelang akhir 2017.

Peretasan foto vulgar tersebut kemungkinan besar dilakukan dengan menyasar alamat IP pada koneksi internet di barak-barak latihan, yang mayoritas menjadi 'sumber andalan' untuk berkomunikasi via dunia maya.

Bagikan artikel ini