Selain Didatangi ke Rumah, Kendaraan Penunggak Pajak Akan Ditahan
Polisi

Selain Didatangi ke Rumah, Kendaraan Penunggak Pajak Akan Ditahan

Shabari ·

Razia kendaraan secara besar-besaran yang akan dilaksanakan petugas gabungan dari Ditlantas Polda Metro Jaya, Jasa Raharja, dan Dispenda DK untuk menindak para penunggak pajak kendaraan digelar di sejumlah wilayah Ibu Kota. Bahkan, polisi akan mendatangi rumah penunggak agar target pajak tercapai.

Hal itu merupakan tindak lanjut dari kebijakan pemutihan pajak yang akan berakhir pada akhir Agustus ini. Sehingga rajia tersebut menyasar untuk menindak warga yang tidak memanfaatkan kebijakan tersebut

"Ya mendatangi (rumah wajib pajak) juga. Kita mendampingi badan pajak," kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/8/2017), seperti dikutip dari Detik.com.

"Kan sudah dibuka kesempatan untuk pemutihan bebas denda pajak sampai 31 Agustus itu sudah dibuka. Tapi karena mungkin tidak dimanfaatkan itu, maka apabila kena razia, akan tidak kena pemutihan," ungkapnya.

Sebelumnya telah dilaksanakan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Gubernur DKI Jakarta, Dirlantas Polda Metro Jaya, Kepala Cabang PT Jasa Raharja, dan Direktur Bank DKI di Balai Kota pada pagi 11/8/2017.

Razia dilakukan untuk mengejar target penerimaan pajak kendaraan bermotor sebesar Rp 12,9 triliun. Sekda DKI Saefullah berharap target tersebut tercapai pada akhir tahun ini.

"Masyarakat kita minta dibayarkan pajaknya. Kita ini targetkan pajak kendaraan bermotor Rp 12,9 triliun. Per hari ini baru 60 persen. Mudah-mudahan warga Jakarta bisa taat pajak semua," tutur Saefullah dalam kesempatan tersebut.

Bahkan, Kepala Badan Pajak dan Retribusi Daerah (BPRD) Edi Sumantri, menegaskan akan menahan kendaraan yang menunggak pajak lebih dari 3 tahun.

"Kendaraannya akan ditahan atau dikandangkan. Nanti ditaruh di tempat penyimpanan kendaraan bermotor milik Dishub DKI," kata Edi di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jumat (11/8/2017).

Saat ditahan, kendaraan tersebut nantinya akan dikenai denda atau retribusi penyimpanan sebesar Rp 500 ribu, diluar sanksi denda dan pajak. Motor dan mobil, menurut Edi, akan mendapatkan perlakuan yang sama.

Edi mengatakan razia akan dilakukan secara rutin. Dia menegaskan razia tersebut akan diadakan hingga tingkat polsek atau kecamatan.

Bagikan artikel ini