Sering Dipijat Setelah Potong Rambut Di Salon, Ternyata Ada Fakta yang Mengerikan Dibaliknya
Kesehatan

Sering Dipijat Setelah Potong Rambut Di Salon, Ternyata Ada Fakta yang Mengerikan Dibaliknya

Shabari ·

Saat badan merasa pegal-pegal, memang paling enak kalau dipijat. Salah satu area bagian tubuh yang nyaman dan sering dipijat adalah kepala dan leher. Tak sedikit di salon usai potong rambut memberikan pijatan di area kepala dan leher.

Meski memberikan efek rileks dan nyaman, namun ada hal mengerikan saat anda memijat bagian leher. Karena bisa saja memberi dampak kerusakan pada persendian di leher. Seperti halnya yang dikutip dari ibtimes.co.in, (20/9), seorang pria bernama Ajay Kumar (54) mengalami sesak napas setelah mendapatkan pijatan leher saat di salon.

Para pegawai salon memijat dengan memegang dagu Ajay yang kemudian memiringkan leher tajam ke kiri dan kemudian ke kanan. Namun, ternyata hal ini malah menyebabkan retak leher.

Setelah di periksa, dokter yang menanganinya, Anand Jaiswal, mengungkapkan bahwa diafragma Kumar lumpuh dan kemungkinan memerlukan alat bantu ventilator sepanjang hidupnya. Hal itu lantaran saraf jarang mengalami regenerasi secara spontan.

Retakan di leher karena efek pijatan itu merusak saraf frenikalnya yang mengendalikan diafragma berperan dalam pernapasan.

Bahkan lebih parah lagi yang dialami oleh pria berusia 40 tahun asal Bangalore, Babu Reddy, ia harus menderita stroke setelah mendapatkan pijatan di salon. Ia mengaku saat berjalan pulang, ia merasa tidak nyaman, pusing dan tidak bisa berjalan dengan mantap.

Setelah itu, Babu harus menjalani perawatan berupa penyisipan tabung endotrakea. Hingga dimasukkan ke ventilator untuk dilakukan MRI scan. Mahesh Sambasivam yang menanganinya mengungkapkan kalau Babu masih beruntung karena mendapatkan perawatan yang cepat.

"Beruntung diagnosis dan pengobatannya tepat waktu, sebab jika terlambat maka kondisinya bisa menyebabkan cacat permanen atau bahkan kematian," kata

"Pijatan leher dan retak leher yang dilakukan tukang cukur setelah pemotongan rambut dapat menyebabkan kerusakan jangka panjang pada sendi leher dan jaringan di sekitarnya, otot atau saraf atau bahkan menyebabkan kelumpuhan diafragma bilateral seperti dalam kasus ini," ujar Anand Jaiswal yang merupakan direktur obat pernafasan dan tidur di Medanta Hospital New Delhi.

Bagikan artikel ini