Siswi Ini Mengaku Dirudapaksa 16 Temannya, Bukan Menolong Guru dan Kepala Sekolah Malah Minta Jatah
Tragedi

Siswi Ini Mengaku Dirudapaksa 16 Temannya, Bukan Menolong Guru dan Kepala Sekolah Malah Minta Jatah

Shabari ·

Memilih sekolah untuk putra putri kita memang haruslah lebih teliti, selain kualitas proses pendidikan dan prngajaran, lingkungan dan pergaulannya pun harus menjadi pertimbangan.

Pasalnya, tak sedikit kasus kekerasan bahkan pelecehan yang malah terjadi di tempat menuntut ilmu tersebut.

Seperti halnya yang dialami oleh seorang siswi kelas sembilan yang akhirnya melaporkan kepala sekolah, guru dan belasan teman-temannya pada akhir pekan ini.

Pasalnya, siswi selevel SMP di negara bagian Bihar, India ini mengaku telah diperkosa berulangkali dalam tujuh bulan terakhir.

Gadis remaja itu, mengatakan dalam aduannya kalau ia awalnya diperkosa pada bulan Desember oleh tiga teman sekolah yang juga merekam aksi bejat mereka.

Para prlaku kemudian berbagi video dengan beberapa teman di sekolah. Sebanyak 13 siswa lainnya kemudian juga ikut memeras dan memperkosa gadis itu.

Parahnya, bukan jadi korban dari 16 siswa, gadis itu juga mengaku dipaksa melayani dua gurunya yang juga memperoleh video itu.

Mirisnya lagi, saat ia mengeluh kepada kepala sekolah, yang alih-alih menyelidiki tuduhan itu, malah ikut mengeksploitasinya secara seksual.

Setelah menerima pengaduan itu secara tertulis dari korban, Polisi di India timur kemudian menangkap seorang kepala sekolah, dua guru dan tiga siswa yang diduga sebagai pelaku.

“Keluhan menunjukkan bahwa (terdakwa) memeras dan berulang kali memperkosa gadis itu,” kata polisi Har Kishore Rai seperti dilansir dari pojoksatu.

Bahkan, aparat kepolisian saat ini sudah membentuk tim khusus untuk menangani pemerkosaan ini.

“Kami telah membentuk tim khusus dan penyelidikan telah dimulai berdasarkan prioritas,” ungkapnya.

Korban mengaku tidak segera melaporkan pelecehan dirinya lantaran khawatir dengan nasibnya. Ia takut masyarakat akan mengucilkan dia. Seperti ditulis surat kabar berbahasa Inggris India, Hindustan Times.

Rai mengatakan gadis itu merekam pernyataannya di hadapan pengadilan setempat pada hari Sabtu dan laporan pemeriksaan medisnya akan dibuat.

Sedangkan pihak kepolisian sedang mencari 13 orang lainnya yang dituduh dalam pengaduan.

Bagikan artikel ini