Surat-surat Lengkap Tapi Tetap Diminatai "Uang Damai" Supir Truk Ini Bacok Polisi
ilustrasi
Polisi

Surat-surat Lengkap Tapi Tetap Diminatai "Uang Damai" Supir Truk Ini Bacok Polisi

Heryanto Susanto ·

Apa yang dilakukan supirt truk ini mungkin bisa jadi pelajaran berharga bagi para oknum Polisi Nakal yang suka meminta meskipun tidak melanggar. Kejadian ini dialami oleh seorang petugas Polisi dari Polantas Polres Kota Bandar Lampung Briptu Gunawan pada Minggu (09/10/2016). Awalnya dia menghentikan sebuah truk yang dikendarai oleh Kurniawan.

Seperti biasanya Polisi tersebut mempertanyakan kelengkapan surat-surat kendaraan dan SIM kepada Kurniawan yang kemudian memberikannya. Tapi, apa yang dilakukan Polisi ini benar-benar kebiasaan buruk, meskipun kurniawan telah membuktikan kelengkapannya Polisi tersebut tetap meminta "uang damai" sebesar 200 ribu rupiah.

Kurniawan tak mau memberikannya dan menunggu polisi tersebut mengembalikan surat-surat kendaraan yang dipegang oleh oknum tersebut. 2 Jam berselang kesabaran kurniawan pun sudah pada puncaknya, surat-surat tersebut tak kunjung diberikan dan polisi tersebut tetap meminta "uang damai". Alhasil kurniawan mengambil sebilah pisau dari dapur dimana polisi tersebut sedang duduk.

Seperti dilansir dari motorjuragan kurniawan mengakui hilaf karena emosi dan membacok lengan kiri polisi tersebut. ”Surat2 yang saya bawakan sudah lengkap, saya sudah cukup sabar pak dengan prilaku polisi itu, tetapi kesabaran saya habis ketika pak polisi menahan SIM saya sampai 2jam dan saya langsung kedapur pemilik warung dimana polisi itu duduk, mengambil golok lalu saya kejar, dan saya hilaf karna nekat membacok lengan kiri nya, ” tutur Kurniawan".

Polisi yang telah terkena bacokan tersebut akhirnya dibawa ke klinik terdekat dan langsung mendapatkan perawatan. Korban belum bisa dimintai keterangannya karena belum sadar. Atas pembacokan tersebut kurniawan pun akhirnya ditahan di Polres Kota Bandar Lampung untuk diproses lebih lanjut.

"Hal ini seharusnya menjadi pelajaran sendiri untuk penegak hukum agar tidak bertindak semena-mena menggunakan jabatan untuk memeras rakyat kecil", red.

Bagikan artikel ini