Tak Tahu yang Ditilang Kapolda, Polantas Ini pun Meminta Uang Damai
Ilustrasi
Polisi

Tak Tahu yang Ditilang Kapolda, Polantas Ini pun Meminta Uang Damai

Shabari ·

Selain uang denda yang sudah tercantum pada peraturan saat kendaraan ditilang, masyarakat sudah tak asing lagi dengan sebuah istilah 'Uang Damai' atau sebuah uang sogokan kepada polisi agar kendaraan tak jadi ditilang. Sayangnya, pelanggaran ini sudah dijadikan hal wajar.

Untuk memberantas hal tersebut, beberapa cara telah dilakukan. Namun, polisi oknum yang nakal masih saja melakukannya. Bahkan kali ini, Kapolda Sumsel Irjen Pol Djoko Prastowo sendiri dimintai uang damai oleh oknum Polantas saat ditilang.

Diinformasikan bahwa Djoko turun langsung ke lapangan dan menyamar menjadi warga sipil. Ia sengaja melanggar dan distop anggota Polantas. Setelah diberhentikan ia dibawa ke suatu tempat untuk diproses. Namun, ketika itulah anggota Satlantas tidak mengetahui bila itu Kapolda Sumsel. Dan ketika meminta sejumlah uang langsung ditangkapnya sendiri.

Baca Juga:

Mulai Sekarang Berhasil Merekam Aksi Pungli Polisi Di Hadiahi 500 Ribu

"Adalah. Daerah mana banyak, makanya anggota yang pungli ditindak sesuai dengan kesalahannya. Tetapi, jangan sampai juga masyarakat memberikan kesempatan untuk mengajak damai anggota. Itu juga salah," ujarnya, Selasa (18/10/2016).

Irjen Pol Djoko Prastowo

Oknum yang ditangkap ini menambah deretan polisi yang ditangkap karena pungli. Setidaknya, sudah ada 10 anggota yang telah ditindak, salah satunya anggota yang ditangkapnya langsung di daerah.

"Ada anggota OI, Prabumulih, Polresta Palembang, OKU Timur dan beberapa daerah lain. Mereka akan diperiksa dan dikenakan sanksi sesuai dengan berat ringannya pelanggaran yang dilakukan. Tidak semua anggota yang selalu pungli, banyak juga anggota yang baik," jelas Djoko.

Jadi sebagai masyarakat, kita harus mengetahui besar kecilnya biaya resmi pada setiap pelayanan masyarakat atau denda yang dilakukan kepolisian atau staff pemerintahan lainnya. Agar tidak menjadi korban pungli oknum yang tidak bertanggung jawab.

Bagikan artikel ini