Waduh, Karena Kesal Pria ini Ejakulasi di Kopi Atasan Setiap Pagi

Waduh, Karena Kesal Pria ini Ejakulasi di Kopi Atasan Setiap Pagi

Shabari ·

Memang perasaan tak puas dan kesal terhadap atasan bisa membuat seorang karyawan tak optimal dalam pekerjaannya. Bahkan tak sedikit mereka mengundurkan diri dari pekerjaannya atau bahkan melakukan hal nekat untuk meluapkan kekesalannya tersebut.

Salah satunya apa yang dilakukan seorang pria bernama Lewis Williams berusia 38 tahun yang bekerja sebagai asisten pribadi Linda Moore, Presiden Eksekutif Perusahaan Teknik DANCO. Ia bekerja selama empat tahun dan harus berakhir dengan ditangkap polisi di tempat kerjanya setelah diketahui ejakulasi di kopi atasannya setiap pagi.

Sebagai asisten, dia juga melakukan pekerjaan menerima telepon, mengatur jadwal dan membawanya secangkir kopi ke meja atasannya setiap hari saat dia tiba di tempat kerja. Dan seperti dikutip World News Daily Report, setelah berselisih dengan atasannya, Williams mengaku di depan banyak rekan kerjanya ia melakukan ejakulasi di kopi bosnya itu “ratusan kali”.

Menurut Brian Little, pegawai magang yang menyaksikan seluruh adegan tersebut, Williams tidak menunjukkan penyesalan saat dia mengakui kejahatannya yang aneh tersebut. Bahkan ia hampir terlihat bangga saat melakukannya.

ejakulasi di atas kopi atasan

“Dia bilang sudah kecewa selama empat tahun kerja dengan dia,” katanya.

Karena kekecewaannya itu ia mengaku telah memasukkan “krim ekstra” ke kopi Moore lima hari seminggu selama bertahun-tahun. Namun setelah mengaku ke rekan-rekan kerjanya, dia dilaporkan ke polisi dan Williams pun ditangkap di kantornya.

Dan kini kariyawan tersebut harus menghadapi 910 tuntutan pidana yang diajukan terhadapnya, termasuk 860 tuduhan melakukan kekerasan seksual. Sehingga bila semua tuduhannya terbukti bersalah, dia bisa menghadapi hukuman 1070 tahun penjara.

Motivasi Lewis William saat melakukan kejahatannya tetap tidak jelas, tapi pastinya ada permusuhan antara dirinya dan atasannya. Seperti yang dikatakan beberapa karyawan lainnya, Moore memang sering bersikap agresif, mendominasi dan secara verbal kasar terhadap William. Teman-teman kantornya berpendapat mungkin William nekat melakukan hal semacam ini sebagai “pembelaan diri”.

Nah bagaimana pendapat Anda?

Bagikan artikel ini