Wanita 19 Tahun Ini Tikam Suaminya Sendiri yang Coba Memperkosanya
Ilustrasi
Internasional Wanita Tragedi

Wanita 19 Tahun Ini Tikam Suaminya Sendiri yang Coba Memperkosanya

Shabari ·

Seorang wanita bernama Noura Hussein (19) dijatuhi hukuman mati, setelah menikam suami yang coba memperkosanya yang dibantu oleh sepupu lelaki tersebut.

Mahkamah Sudan menjatuhkan hukuman itu setelah keluarga mertuanya menolak menerima bayaran ganti rugi sebagai denda.

Awalnya Noura telah dipaksa menikah dengan Abdulrahman Hammad yang menjadi suaminya pada usia masih 16 tahun.

Pengacara Ahmed Sebair menerangkan kalau Noura pada Mei lalu telah melarikan diri dari rumah Abdulrahman, dan tindakan tersebut telah menimbulkan kemarahan sang suami.

Kemudian Noura mengaku Abdulrahman telah memperkosanya dengan bantuan sepupu lelaki suaminya yang berusia 19 tahun.

Keesokan hari, ketika pasangan suami isteri itu hanya berdua, Noura mengaku Abdulrahman sekali lagi hendak memperkosanya. Namun Noura berhasil mendapatkan pisau yang biasa digunakan Abdulrahman untuk mengancamnya dirinya.

Dengan pisau itu Noura mencoba untuk mempertahankan diri dari suaminya. Hingga dia dituduh telah menikam Abdulrahman hingga tewas. Peristiwa itu terjadi pada 3 Mei tahun lalu, sejak itu Noura telah ditahan di penjara.

Menurut undang-undang Sudan, batas umur yang dibenarkan untuk meikah adalah 10 tahun. Selain itu, kasus pemerkosaan antara pasangan suami isteri tidak dianggap sebagai kejahatan.

Akan tetapi saat kasus itu sampai ke pengadilan, ratusan aktivis berkumpul di pekarangan Pengadilan Kejahatan di Omdurman, Sudan, untuk memberikan dukungan kepada Noura.

Dukungan terhadap Noura pun sampai ke media sosial dengan munculnya tagar #JusticeForNoura yang menjadi trending dengan pengguna sosial di seluruh dunia menyatakan dukungan terhadapnya.

Menurut para saksi yang hadir ke pengadilan menyebutkan kalau Noura telah disisihkan oleh keluarga pasca kasus tersebut. Gadis malang itu kini harus berhadapan dengan hukuman mati bersendirian tanpa sokongan keluarga.

Di pengadilan Noura dinyatakan bersalah karena membunuh dan dijatuhi hukuman gantung sampai mati pada Kamis. Diberi waktu menyampaikan pembelaan dalam waktu 15 hari untuk membuat permohonan.

''Menurut undang-undang Sudan, keluarga korban yang dibunuh boleh menuntut ganti rugi ataupun meminta hukuman mati dikenakan kepada tersangka. Keluarga Abdulrahman memilih Noura dikenakan hukuman mati,'' ujar aktivis Pergerakan Belia Afrika, Badr Eldin Salah.

Pengacara yang mewakili Noura menyatakan kalau mereka akan membuat permohonan terhadap putusan yang dikenakan, namun memerlukan dukungan antarabangsa daripada Persatuan Afrika, Kesatuan Eropah dan Persatuan Bangsa-bangsa (PBB).

Pergerakan Wanita di PBB menyatakan bahwa kekejaman terhadap wanita dan remaja perempuan di Sudan dianggap sebagai hal biasa. Malah, Sudan juga enggan menandatangani Konvensi Penghapusan Diskriminasi Terhadap Wanita dan salah satu negara yang mempunyai polisi yang lemah dalam melindungi kaum wanita

Bagikan artikel ini