Wanita Ini Jalani Operasi Pembesaran Payudara, Namun Ia Malah Kehilangan Puting
Kesehatan Wanita Tragedi

Wanita Ini Jalani Operasi Pembesaran Payudara, Namun Ia Malah Kehilangan Puting

Shabari ·

Seperti yang kita tahu, setiap operasi memiliki efek samping yang fatal bila terjadi kesalahan. Hal itu juga termasuk pada operasi pembesaran payudara atau melakukan implan.

Seperti halnya yang terjadi wanita malang ini. Dimana pada dua tahun yang lalu, seorang wanita bernama Lee, melakukan operasi implan payudara di sebuah klinik bedah plastik lokal di Hangzhou, China. Seperti dilansir Nanyang, seluruh prosedur menelan biaya sekitar 60.000 Yuan atau setara dengan Rp132 juta.

Awalnya, operasi berjalan lancar dan selesai tanpa komplikasi. Namun, tak lama setelah itu, luka-luka bekas operasinya mulai bernanah diikuti dengan puting dan areola yang menghitam. Karena kondisinya itu, Lee kembali berkonsultasi dengan ahli bedah dan diberitahu bahwa apa yang dia alami adalah normal.

"Anda harus menunggu sampai kulit mati terkelupas, maka payudara Anda akan menjadi sempurna dan tanpa cela." ujar sang dokter.

Lee pun kemudian menerima saran dari dokter tersebut dan menunggu sesuai anjurannya. Akan tetapi, kondisinya menjadi sangat parah sehingga bahkan ahli bedah plastik pun mengakui bahwa itu sangat buruk dan segera merujuknya ke rumah sakit umum.

Dari hasil pemeriksaan, dokter menemukan bahwa puting dan areolanya telah mati. Oleh karena itu, jaringan mayat harus dilepas dan operasi harus dilakukan untuk mengambil implan payudara.

Akan tetapi, operasi tersebut mengakibatkan puting susunya mati rasa dan tidak sensitif terhadap rangsangan. Lee, yang masih lajang, khawatir bahwa kerusakan permanen pada payudaranya ini bisa menghalangi dia untuk mencari pasangan.

Hal yang paling disayangkan dari operasi yang gagal ini adalah dokter yang melakukan pembesaran payudara bahkan bukan ahli bedah plastik yang berkualitas, karena dia ternyata adalah seorang dokter gigi. Hingga Lee menggugat ahli bedah plastik palsu tersebut.

Dokter tersebut kemudian dihukum dengan denda sebesar 3.000 Yuan atau sekitar Rp6,6 juta dan tidak dipenjara. Melihat hukuman terlalu ringan, Lee kemudian meminta pengadilan untuk menuntut dokter palsu tersebut 10 kali lipat yakni sebesar 30.000 Yuan atau Rp66 juta dan menuntut klinik tersebut untuk melakukan operasi kedua kepadanya di rumah sakit.

Bagikan artikel ini