WHO akan Mengklasifikasi Jomblo kedalam Daftar 'Cacat', Ini Alasannya
Kesehatan

WHO akan Mengklasifikasi Jomblo kedalam Daftar 'Cacat', Ini Alasannya

Shabari ·

World Health Organization (WHO) saat ini sedang menggodok peraturan baru yang nantinya akan mengklasifikasi pribadi-pribadi jomblo ke dalam daftar "cacat". Secara kesehatan, pastinya ini bukan hal buruk bagi para Jomblo atau mereka yang tak mempunyai pasangan. Bahkan ini akan mempermudah mereka memiliki anak. Kok bisa?

Memiliki anak memang menjadi dambaan setiap orang, namun terkadang membina sebuah hubungan untuk kearah sana, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Bahkan kerumitan dalam sebuah hubungan membuat beberapa orang memilih menyendiri atau menjomblo.

Seperti dikutip dari Telegraph.co.uk, WHO sebagai organisasi kesehatan dunia membuat sebuah peraturan yang mengizinkan semua orang --punya pasangan atau tidak-- melakukan proses bayi tabung. Dimana, persyaratan mengikuti program bayi tabung yakni dalam 12 bulan pasangan kesulitan untuk mendapat momongan, maka secara langsung, mereka akan mendapat hak tersebut. Peraturan dari WHO ini sampai sekarang yang menjadi panutan medis di dunia.

bayi tabung

Namun, hal itu ternyata dirasa kurang pas oleh mereka yang tak punya pasangan atau jomblo. Sehingga untuk itu, WHO yang sadar bahwa tidak semua orang ingin memiliki pasangan 'seumur hidup', akan tetatapi ingin memiliki anak justru tinggi. Maka, WHO saat ini sedang menggodok peraturan baru terkait izin melakukan proses bayi tabung, yakni mengklasifikasi pribadi-pribadi jomblo ke dalam daftar "cacat".

Hal itu lantaran, sampai saat ini, WHO dan dunia medis memang tidak memberi izin pada para pribadi 'jomblo' untuk menjalan proses bayi tabung. Menurut Dr. David Adamson, sang penulis standar baru ini, definisi baru ini akan memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk melakukan reproduksi. Dr. David menyebut kalau peraturan baru ini harus menjadi titik fundamental yang dipertimbangkan seluruh negara.

#

Menurutnya, peraturan baru ini memiliki arti yang serupa dengan setiap orang memiliki hak atas akses kesehatan di negaranya. Standar ini pun disebutnya sebagai standar legal internasional.

Selain itu, setiap manusia punya kemampuan untuk reproduksi tunggal. Istilahnya, dengan peraturan bayi tabung yang baru ini, orang-orang akan dapat membentuk keluarga pribadi. Mereka tidak perlu lagi melakukan komitmen seperti pada umumnya. Dikutip dari Refinery29.com, WHO ingin menjalankan kampanye "the right to reproduce" atau "hak untuk bereproduksi".

WHO akan mengirimkan peraturan baru ini kepada Kementerian Kesehatan setiap negara di dunia. Hal ini ditujukan agar pemerintah setiap negara segera membuat peraturan baru terkait hak bayi tabung.

Seperti yang telah diketahui, bayi tabung adalah teknik pembuahan yang menggunakan sel telur (ovum) dibuahi di luar tubuh wanita. Proses pembuahan ini terdiri dari pengendalian proses ovulasi secara hormonal, pemindahan sel telur dari ovarium dan pembuahan oleh sel sperma dalam sebuah medium cair. Teknologi ini diperkenalkan pada 1977 oleh P. C. Steptoe dan R. G. Edwards.

Bagikan artikel ini